Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 21 Maret 2018 | 09.35 WIB

Anak Kedapatan Nonton Film Porno, Apa yang Harus Dilakukan Orang Tua?

Ilustrasi Anak. Pengaturan waktu penggunaan gadget bagi anak sangat penting dilakukan orangtua. Terutama untuk meminimalisir dampak negatif seperti pornografi. - Image

Ilustrasi Anak. Pengaturan waktu penggunaan gadget bagi anak sangat penting dilakukan orangtua. Terutama untuk meminimalisir dampak negatif seperti pornografi.

JawaPos.com - Kecanduan bermain gadget dapat membuat anak memiliki potensi besar mengenal konten pornografi.


Tak sedikit orang tua yang langsung menghukum atau menggunakan cara-cara tak tepat ketika anak kepergok mengonsumsi hal berbau pornografi.


Lantas apa yang mesti dilakukan?


Psikolog Brawijaya Healthcare, Nuran Abdat menjelaskan enam pendekatan yang dapat orangtua lakukan. Hal ini diharapkan dapat membantu anak dan orang tua berkomunikasi dengan baik.


"Pertama, lakukan komunikasi positif bukan memarahi. Katakan padanya tontonan porno yang membuang waktu. Setelah itu, berilah pendidikan seks yang cukup dan penuhi rasa keingintahuan anak," jelas Nuran kepada JawaPos.com, Selasa (20/3).


Selanjutnya, terang Nuran, orang tua harus dapat membatasi akses anak terlihat dengan konten pornografi. Seperti film, website, dvd, bahkan akses website atau youtube.


"Usahakan untuk mengunci konten tersebut," jelas dia.


"Ketiga, lakukan pengawasan pada setiap gerak gerik anak yang mencurigakan. Jalin komunikasi dari hati ke hati," lanjutnya.


Cara keempat adalah mengajak anak melalukan aktivitas tambahan seperti olahraga bersama seperti badminton, futsal, menari. Intinya menunjukkan ada hal yang lebih menarik ketimbang menonton hal itu.


Pilihan mengenalkan aktivitas dan hal baru, lanjut Nuran, dapat dilakukan juga oleh orang tua.


Untuk mengisi luang, anak bisa diajak melukis dan art activity, berkuda, studi wisata, permainan edukatif dan fun seperti leggo.


"Terakhir, buat perjanjian dengan anak dan gunakan sistem reward dan punishment yang realistis. Fungsinya, agar anak tahu konskuensi jika melakukan hal negatif kembali. Tetapi bisa juga mendapat hal yang positif jika tidak melakukannya," pungkasnya.

Editor: Imam Solehudin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore