
Pelawak Kabul Basuki yang akrab disapa Tessy
JawaPos.com - Pernah terjerat kasus penyalahgunaan narkoba jenis sabu, pelawak Kabul Basuki mengaku telah antipati terhadap barang haram tersebut. Dia sadar bahwa narkoba dapat menghancurkan kehidupan dan karirnya.
Oleh karena itu, pria yang memiliki nama panggung Tessy ini mengimbau generasi muda dan rekan sesama selebriti untuk menjauhi narkoba dan sejenisnya.
"Sekarang gini, kita kalau bicara soal narkoba rasanya capek. Kok ya masih ada aja yang pakai. Saya bukan munafik, bukan juga disuruh BNN (Badan Narkotika Nasional), saya bicara apa adanya. Jangan sampai lah kalian-kalian melanjutkan menyalahgunakan narkoba apa pun alasannya. Dampaknya jelek banget," paparnya saat wawancara mendalam dengan JawaPos.com, Rabu (21/2).
Sebagaimana diketahui, pria yang tergabung dalam grup lawak Srimulat ini pernah ditahan dan menjalani rehabilitasi karena narkoba pada 2014 silam.
"Merugikan diri sendiri, menghancurkan keluarga, apalagi kalau ketangkap polisi. Bahkan kalaupun rehab, sama aja tersiksa. Sakau itu nggak enak, dipenjara apalagi," ungkapnya.
Namun, semua itu telah menjadi bagian masa lalu yang sangat berharga buatnya. Kemudian, pria kelahiran 31 Desember 1947 ini berbagi cara berhenti dari ketergantungan narkoba.
1. Kuatkan Tekad dan Iman kepada Tuhan
Dari pengalamannya, menjalani rehabililtasi saja tidak cukup. Untuk itu, diperlukan niat dan tekad yang kuat. Serta, yang terpenting adalah iman yang kuat.
"Saya dulu direhab lima bulan. Setelah itu saya putuskan berhenti setelah melewati perenungan-perenungan. Dulu saya nggak pakai begituan aman saja. Justru setelah makai saya malah hancur. Saya lawan sakau saya berbulan-bulan. Saya kuatkan iman saya. Kalau pun sudah rehab tapi kita imannya nggak kuat sama aja," ujarnya.
2. Ingat Dampaknya pada Keluarga dan Rasanya di Penjara
Selanjutnya, Tessy mengungkapkan bahwa motivasi yang membuatnya ingin sembuh adalah keluarga. Dia mengaku tidak ingin merepotkan dan membuat keluarganya khawatir.
Ditambah lagi, lanjutnya, menjalani rehabilitasi sama seperti di penjara. Hal itu mendorongnya untuk lekas sembuh dan tidak ingin mengulangi menggunakan narkoba.
"Saya kasihan sama keluarga saya. Lingkungan saya yang memandang berbeda, direhab itu sama saja dipenjara buat saya, serba dibatasi, harus ikut ini-itu, mau makan bebas nggak bisa," paparnya.
3. Jauhi Barangnya, Bukan Orangnya
Kemudian, dia menyarankan untuk memutus semua jaringan dan hubungan terkait dengan barang haram. Termasuk, nomor kontak yang biasa dihubungi untuk mendapatkan barang haram tersebut.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Ekuador vs Jerman di Piala Dunia 2026: Der Panzer Kejar Rekor Sempurna di Fase Grup
