Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 22 Februari 2018 | 01.00 WIB

Unjuk Gigi Busana Seluncur Indah di Olimpiade 2018 Berubah Memalukan

Atlet Figure Skating Gabriella Papadakis (kiri) dan Guillaume Cizeron saat Olimpiade 2018 - Image

Atlet Figure Skating Gabriella Papadakis (kiri) dan Guillaume Cizeron saat Olimpiade 2018

JawaPos.com - Arena Figure Skating (seluncur Indah) di Olimpiade Pyeongchang 2018 tak hanya mempertontonkan keindahan permainan para atlet di atas sepatu seluncur. Layaknya runway, arena luncur justru jadi ajang pamer busana yang menunjang penampilan cantik dan energik para atlet wanita.


Busana beragam warna dengan detail berkilauan pun terlihat di arena luncur. Tapi kejadian tak menyenangkan justru menimpa atlet Gabriella Papadakis asal Perancis yang berpasangan dengan Guillaume Cizeron.


Seperti dilansir Refinery29, Rabu (21/2), mengatakan busana yang dikenakan Papadakis saat bertanding sesekali memperlihatkan bagian dadanya. Saat itu NBC, channel televisi yang menayangkan berhasil mengaburkan keseluruhan gambar dalam tayangan ulang.


"Ini seperti mimpi terburuk saya yang terjadi di Olimpiade, " ujar Papadakis dalam sebuah konferensi pers setelah dia melepas gaunnya. Ia menjelaskan bahwa tidak memiliki pilihan lain, karena pertandingan harus berjalan. "Dan itulah yang kami lakukan, dan saya pikir kita juga bisa bangga dengan diri kita sendiri," imbuhnya.


Dalam pertandingan itu, Papadakis terlihat mengenakan busana mini tanpa lengan dan bertali dengan warna gradasi hijau berkilauan. Tentunya, busana yang dikenakan harusnya membuat Papadakis bebas bergerak di arena luncur. Tapi, entah bagaimana, salah satu bagian kostum terlepas hingga memperlihatkan bagian dadanya.


Kecelakaan kostum tersebut pun turut dikomentari oleh desainer dunia, salah satunya Gail Johnson. Ia mengungkapkan faktor terbesar dari kegagalan kostum tersebut karena terlalu banyak rekayasa kostum, padahal tidak diizinkan (tak nyaman digunakan).


Johnson memang tidak ada hubungannya dengan kostum Papadakis, tapi dia menduga ada tali plastik yang putus. "Seharusnya desainer baju menggunakan kaitan logam, tapi itu masih belum menjamin gerakan skater bisa bergerak bebas," ujar desainer yang membuat busana untuk atlet figure skating, Bradie Tennell.


Ia mengungkapkan, dibutuhkan sekitar 120 jam untuk membuat kostum agar mudah dipakai, melompat dan berputar. Sedangkan meterial bahannya yang berkilauan cahaya juga ditenun dari kristal. Biasanya sang atlet memastikan dengan menguji kostum sebelum Olimpiade.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore