
Logo BWF
JawaPos.com – Dewan Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) berencana mengubah sistem perolehan skor di dalam pertandingan. Hal ini akan dibicarakan lebih lanjut di pertemuan tahunan mereka pada Mei di Bangkok, Thailand.
Presiden BWF Poul-Erik Hoyer menuturkan bahwa pengubahan sistem ini dilakukan semata-mata untuk inovasi bulu tangkis yang kepopulerannya, menurut BWF, terus meningkat sejak tahun 2010 lalu.
“Bulu tangkis memang semakin populer beberapa tahun belakangan. Tentunya kami tidak bisa diam saja, dan harus terus menciptakan inovasi agar pertandingan ini bisa semakin menarik,” katanya seperti dilansir bwfbadminton.com, Rabu (14/2).
Hoyer menjelaskan, rencana sistem skor baru nanti adalah sistem lima terbaik dengan poin sampai 11. Artinya, seorang pemain akan dinyatakan menang setelah ia menang sebanyak tiga game dengan poin sampai 11.
Sebagaimana yang diketahui, peraturan skor sekarang menggunakan sistem tiga terbaik dengan poin sampai 21.
Sistem setting pun akan ikut diubah. Jika sistem setting sekarang ditentukan ketika kedua pemain sama-sama mencapai poin 20, maka akan diteruskan dengan batas poin di angka 30.
Di sistem baru, lanjut Hoyer, rencananya setting baru akan terjadi ketika dua pemain sama-sama mencapai poin 10, dengan batas poin 15.
Sistem skor baru ini diyakini Hoyer akan membuat lama pertandingan akan lebih pendek, sehingga kondisi fisik dan mental atlet tetap bisa terjaga di pertandingan selanjutnya.
Agar pertandingan tetap berjalan menarik, BWF juga akan membatasi campur tangan pelatih di pinggir lapangan. Sebagai gantinya, setiap pemain akan mendapat jatah satu kali time out untuk mengatur strategi dengan pelatih, dan akan ada satu bonus time out lagi jika para pemain harus menjalani game kelima.
“Perubahan aturan ini bisa menunjukkan bahwa bulu tangkis merupakan olahraga yang memiliki banyak pilihan aturan di segala aspek. Dengan sistem yang lebih mudah dimengerti, kami nantinya berharap penggemar bulu tangkis bisa lebih banyak lagi,” kata Hoyer.
Sebelumnya, BWF sudah mencanangkan beberapa peraturan baru yang akan mulai diterapkan saat turnamen All England 2018 Maret nanti, di antaranya aturan soal ketinggian servis, dan kewajiban pemain-pemain dengan ranking tinggi untuk mengikuti 12 dari total 15 agenda turnamen BWF dalam setahun.
Dua peraturan ini sudah menuai protes besar dari para atlet dunia. BWF berencana meninjau ulang kembali aturan ini dalam pertemuan di Bangkok nanti.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
