
Tunggal putra Indonesia Anthony Sinisuka Ginting saat berlatih pada hari pertama jelang Piala Thomas dan Uber 2026 di Horsens Badminton Club, Denmark, Sabtu (18/4/2026). (ANTARA/HO-PBSI)
JawaPos.com - Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) mengesahkan aturan sistem skor permainan 15 poin kali tiga gim (best of three games), menggantikan format 21 poin yang telah lama berlaku. Aturan tersebut akan mulai diterapkan pada 4 Januari 2027.
Keputusan krusial tersebut ditetapkan dalam forum 87th BWF Annual General Meeting (AGM) yang digelar di Horsens, Denmark pada Sabtu (25/4). Perubahan sistem skor ini menjadi salah satu agenda utama dalam pembahasan Council Proposals.
Agenda tersebut dibuka langsung oleh Presiden BWF, Khunying Patama Leeswadtrakul, dan dihadiri seluruh anggota BWF. Termasuk Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) yang diwakili SekJen Wino Sumarno dan Kabid Hubungan Luar Negeri Bambang Roedyanto.
Perubahan sistem skor ke 15 poin kali tiga ini dilakukan BWF bukan tanpa alasan. BWF menilai, perubahan ini bertujuan untuk meningkatkan dinamika pertandingan dan daya tarik bulutangkis secara global.
Pengesahan regulasi itu diambil melalui mekanisme voting. Hasilnya, sebanyak 198 negara menyetujui perubahan tersebut, sementara 43 negara menolak.
PBSI, melalui Bambang Roedyanto selaku Kabid Hubungan Luar Negeri, merespons kebijakan baru ini. Bambang menyampaikan bahwa PBSI segera mengkaji aturan baru tersebut, serta menyiapkan langkah yang tepat untuk mengantisipasi perubahan tersebut.
Baca Juga:PBSI Rombak Sektor Ganda Putra Indonesia, Leo Rolly Carnando dan Daniel Marthin Berduet Lagi
“Kami akan mempelajari secara komprehensif dampak perubahan sistem skor ini terhadap pola permainan dan strategi atlet,” ujar Bambang Roedyanto dalam keterangan resmi PBSI, Sabtu (25/4/2026).
“PBSI berkomitmen untuk memastikan atlet Indonesia tetap kompetitif dan siap menghadapi implementasi kebijakan ini,” sambungnya.
Perubahan sistem ini tentu akan menjadi tantangan baru yang harus dihadapi oleh atlet dan federasi. Namun begitu, PBSI memiliki waktu yang cukup panjang untuk mengkaji lebih dalam aturan tersebut dan mengatur ulang program yang ada. Diharapkan, para atlet dapat beradaptasi dengan mulus, karena tentunya aturan baru tersebut bakal berpengaruh dengan pola latihan dan taktik permainan.

Peringkat 12 Klub Terbesar yang Belum Pernah Memenangkan Liga Champions
Asisten YouTuber RA Diperiksa Kasus Whip Pink, Netizen Ramaikan Unggahan Reza Arap
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
6 Weton Bumi Kapetak Titisan Gatotkaca yang Ditakdirkan Kaya dan Sukses, Menurut Primbon Jawa
