
BEI
JawaPos.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebut, pelepasan saham ke publik melalui pencatatan saham perdana (initial public offering/IPO) dapat menjadi solusi untuk menghindari konflik usaha keluarga khususnya terkait dengan kepemilikan saham.
"IPO merupakan salah satu sarana bagi perusahaan keluarga untuk menghindari konflik, karena pada umumnya pendiri perusahaan merupakan orangtua yang akan mewariskan perusahaannya" ujar Senior Executive Vice President, Head of Potential Issuer Development BEI Umi Kulsum dalam seminar Road To Go Public di Jakarta, Rabu (14/2).
Menurutnya, dengan melantai di bursa, selain perusahaan tersebut akan memperoleh akses pendanaan lebih luas dalam rangka mengembangkan usaha, juga dapat meningkatkan penerapan tata kelola perusahaan yang baik (good governance corporate/GCG) melalui sistem keterbukaan informasi.
"Dengan perusahaan melakukan IPO, maka perusahaan akan didorong untuk menerapkan tata kelola perusahaan yang baik, dan juga dipantau kinerjanya oleh publik," tuturnya.
Umi menambahkan, dengan menjadi emiten di bursa saham juga akan mendorong sumber daya di dalam perusahaan untuk bekerja secara profesional. Dengan begitu, perusahaan dapat terus melangsungkan bisnisnya.
Dalam kesempatan sama, Chief Financial Officer (CFO) Tower Bersama Group, Helmy Yusman Santoso mengatakan, salah satu keuntungan dari go public adalah dapat melebar akan sayap perusahaan secara global.
"Setelah IPO, perusahaan dapat menerbitkan surat utang (obligasi) baik di dalam negeri dan luar negeri," ujarnya.
Sementara itu, Head of Valuation BDO Indonesia, Panca Arief Jatmika mengemukakan terdapat tiga tahap untuk melakukan IPO, yakni penelaahan, persiapan, dan pelaksanaan IPO serta ekspansi bisnis.
Dia memaparkan, proses penelaahan dimulai dengan memahami perusahaan melalui penilaian faktor internal dan eksternal yang akan mempengaruhi kesuksesan untuk melakukan IPO.
"Penelaahan akan membantu memahami posisi perusahaan, masa depan serta prospek bisnis perusahaan," katanya.
Untuk tahap persiapan IPO, lanjutnya, perusahaan melakukan valuasi saham, restrukturisasi, dan pencarian calon investor. Dan tahap terakhir yakni melaksanakan IPO serta menggunakan dana IPO untuk melakukan ekspansi bisnis.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
