Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 14 Februari 2018 | 23.38 WIB

Valentine di 4 Negara Asia, dari Nikah Masal Hingga Serbahitam

19 pasangan yang memakai pakaian Han China menghadiri upacara pernikahan kelompok untuk menyambut Hari Valentine China di Heng Mountain pada 28 Agustus 2017 di Hengyang, Provinsi Hunan, China. - Image

19 pasangan yang memakai pakaian Han China menghadiri upacara pernikahan kelompok untuk menyambut Hari Valentine China di Heng Mountain pada 28 Agustus 2017 di Hengyang, Provinsi Hunan, China.

JawaPos.com - Pada hari perayaan cinta tahunan atau yang dikenal dengan Valentine's Day, ternyata menyisakan sedikit tradisi unik di negara-negara Asia. Tak hanya sekadar cokelat, bunga, atau hadiah lainnya, hari kasih sayang justru melibatkan budaya lokal.


Dilansir dari Forbes, Rabu (14/2), ungkapan perasaan tidak hanya dilakukan saat hari-H. Tapi, kegiatan yang dilakukan sebelum dan sesudah Valentine pun masih dianggap sebagai rangkaian hari kasih sayang. Setidaknya, ada empat negara di Asia yakni Jepang, Korea, Tiongkok, dan Filipina yang memiliki agenda tak biasa ketika Valentine.


Jepang
Ketika sebagian besar pria di dunia memberikan hadiah pada sang wanita pada 14 Februari, tapi di Jepang justru terbalik. Pada Hari Valentine, wanita biasanya memberikan giri choco (cokelat) kepada pasangan pria, teman, atau rekan kerja. Ini dianggap sebagai hadiah wajib dan tidak membawa makna romantis.


Namun, jika wanita ingin menunjukkan cinta mereka maka hadiah buatan tangan atau yang lebih mahal dengan sekotak cokelat bisa diberikan, yang dikenal sebagai honmei choco.


Setelah itu pada tanggal 14 Maret, pria akan membalas dengan memberi wanita hadiah yaitu coklat putih, marshmallow, kukis, atau semacamnya. Hari itu dikenal dengan White Day.


Korea
Korea merayakan Hari Valentine dengan tradisi yang sangat mirip dengan Jepang. Satu-satunya perbedaan adalah adanya hari tambahan yang dikenal dengan Black Day pada tanggal 14 April. Pada hari ini, para lajang merayakan status mereka dengan berpakaian hitam. Lalu, memakan semangkuk mi kacang hitam atau minum kopi hitam.


Tiongkok
Selain merayakan Hari Valentine sesuai tradisi barat pada tanggal 14 Februari, Tiongkok juga merayakan cinta pada hari ketujuh, bulan ketujuh dalam kalender lunar. Ini berarti bahwa festival tersebut jatuh pada hari yang berbeda setiap tahun di kalender masehi.


Akar festival ini terletak pada mitos tentang dua pencinta bintang yang hanya diizinkan untuk bertemu setahun sekali selama Qi Xi (berarti malam ketujuh). Secara tradisional, wanita akan menawarkan berbagai buah dan makanan. Biasanya dilakukan pula berdoa bersama untuk cinta dan suami yang ideal.


Filipina
Tidak dapat disangkal bahwa sebagian besar festival barat diberi sentuhan unik di Filipina, termasuk Hari Valentine. Setiap tahun, pada tanggal 14 Februari, ribuan pasangan akan berkumpul di ruang publik dan menukar janji pernikahan secara masal. Pernikahan masal ini disponsori oleh pemerintah sebagai layanan publik. Tentunya, banyak orang akan mengambil kesempatan ini untuk menikah dan menghemat biaya pernikahan yang selangit.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore