
Wali Kota Bogor saat menyambangi RSUD di Daerahnya
JawaPos.com - Pemerintah kota (Pemkot) Bogor menambah unit puskesmas dari 70 menjadi 87 unit. Hal ini diakui Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto, sebagai bagian dari komitmennya untuk terus meningkatkan fasilitas layanan kesehatan untuk warganya. Bahkan, hari ini, Kamis, (8/2) Bima baru saja
meresmikan Gedung A (Critical Area) dan Pelayanan Cath Lab RSUD Kota Bogor. Gedung anyar tersebut difasilitasi kamar kelas tiga sebanyak 224 unit, peralatan kedokteran yang modern hingga tersedianya layanan untuk menentukan diagnostik penyakit jantung dan pembuluh darah.
Direktur Utama RSUD Kota Bogor Dewi Basmala mengatakan, layanan Cath Lab jantung sangat dibutuhkan masyarakat Kota Bogor karena penderita sakit jantung cenderung meningkat dengan resiko meninggal semakin tinggi. Pasalnya, penyakit jantung menjadi penyebab kematian nomor tiga di Kota Bogor.
“Selama ini jika ada warga Bogor yang sakit jantung, harus dirujuk ke Rumah Sakit Harapan Kita. Padahal, Perjalanan dari Bogor ke Jakarta sangat beresiko bagi pasien. Karena itu, RSUD Kota Bogor harus punya fasilitas Cath Lab,” ujar Dewi, dalam keterangan tertulisnya pada JawaPos.com.
Ia menambahkan, dengan adanya gedung A (Critical Area), RSUD kini memiliki lima ruang operasi yang diharapkan dalam mengurangi jumlah daftar tunggu pasien operasi yang sangat tinggi.
Selain itu, adapula ruang penanganan khusus bagi ibu dan bayi. Hal ini sebagai bentuk komitmen dari RSUD untuk mengurangi angka kematian ibu dan bayi.
“Kedepan kami ingin mengoptimalkan pelayanan kanker yakni dengan upaya radio kemoterapi sehingga kedepan dapat lebih baik lagi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat Bogor,” katanya.
Sementara itu, Bima mengatakan, gedung baru ini harus mampu merespon kondisi kesehatan warga yang membutuhkan penanganan cepat untuk perawatan. Hadirnya ruang NICU, PICU, ICU dan Cath Lab ini tentu dapat meningkatkan pelayanan RSUD serta warga tidak lagi perlu rujukan jauh-jauh.
“Tentunya ini masih kurang, saya harap dilanjutkan lagi tahap keduanya untuk bisa memperbaiki klinik yang pengap dan ditambah lagi SDM-nya,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Bima berpesan agar sistem rujukan mulai dari tingkat Puskesmas disempurnakan dengan terintegrasi online. Menurutnya, jangan sampai setelah di rujuk baik ke Rumah Sakit di Kota Bogor ataupun di Jakarta warga menjadi bingung apalagi terlantar.
“Karena itu pelayanannya harus ramah. Ingat No jutek, lemot dan bolot. Sebab sebagus apapun fasilitasnya jika pelayanannya tidak ramah, warga tidak bisa menikmati pelayanan,” pungkasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
