
Elizabeth dan Alum saat masih bersama. Kini, dikabarkan anaknya diculik oleh mantan suami Elizabeth.
JawaPos.com - Hampir delapan bulan Elizabeth Avalos mencari putrinya, Alum Langone Avalos. Warga negara Argentina itu terpisah dari putrinya yang baru berumur 7 tahun tersebut sejak 5 Juni 2017. Elizabeth, 27, mendapatkan informasi yang bisa dipercaya bahwa putri kesayangannya itu kini berada di Indonesia.
Elizabeth menuturkan sedang berada di Kuala Lumpur, Malaysia, saat dihubungi Jawa Pos kemarin (3/2). Lebih dari 20 hari dia berada di Malaysia untuk mencari putri semata wayangnya itu. "Saya terbang dari Argentina menuju Malaysia pada 10 Januari lalu," kata Elizabeth saat dihubungi Jawa Pos lewat sambungan telepon, Sabtu (4/2).
Selama berada di Malaysia, dia tidak mendapatkan hasil yang berarti. Dia tidak melihat upaya yang sangat serius dari petugas setempat untuk mencari putrinya. "Kalau petugas di Argentina, terlihat upayanya. Tapi, di sini, saya mengira polisi tak melakukan sesuatu," imbuh dia.
Dia tidak pernah putus asa untuk mencari putrinya itu. Elizabeth, yang membuat fans page di Facebook untuk mendukung upaya pencarian tersebut, mendapatkan sebuah pesan baru. "Kemarin seseorang mengirim pesan ke halaman Facebook saya. Dia melihat putri saya dua minggu lalu di Sulawesi Selatan," jelasnya.
Elizabeth berencana untuk berangkat terlebih dahulu ke Jakarta hari ini (4/2). Dia hendak menemui petugas atau pejabat Kedutaan Besar (Kedubes) Argentina di Jakarta. Sekaligus berkoordinasi dan menentukan langkah selanjutnya untuk menemukan Alum. Sebab, bisa jadi Alum sudah berpindah tempat dari Sulawesi Selatan. "Saya berharap polisi Indonesia bisa membantu menemukan putri saya," ujarnya. Dijadwalkan, Senin (5/2) dia menggelar konferensi pers di kantor Kedubes Argentina.
Di Malaysia, Elizabeth juga sudah mengungkapkan kisahnya kepada para jurnalis. Dia menceritakan bahwa putrinya dibawa mantan suaminya, Jorge Langone, 41, yang juga berkebangsaan Argentina. Elizabeth dan Jorge sudah bercerai. Hak asuh anak diberikan oleh pengadilan kepada Elizabeth. "Putri saya diculik dari sekolahnya," ujar Elizabeth.
Diketahui, Jorge membawa Alum bersama seorang perempuan yang bernama Candela Soledad Gutierrez, 35. Dikutip dari online news Malaysia, The Star Online, dari Argentina Alum dibawa ke Bolivia.
Pada akhir Oktober lalu, Elizabeth mendapat informasi melalui akun Instagram Jorge bahwa mereka sedang berada di Malaysia. Dia pun langsung menghubungi Kedubes Argentina dan meminta bantuan pihak imigrasi setempat. Ternyata, mereka masuk dengan cara ilegal.
Pada akhir Desember, Alum diketahui berada di Kuala Pilah, Negeri Sembilan, Malaysia. Tapi, mereka sedang menuju Kulai, Johor. Di Kuala Pilah, Alum sempat bersekolah selama sepuluh hari di taman kanak-kanak. "Mereka (Jorge dan Candela, Red) mengaku sebagai keluarga bahagia dari Spanyol yang sedang keliling dunia. Tapi, itu tidak benar," ungkap Elizabeth.
Sementara itu, Kedubes Argentina untuk Indonesia melalui siaran resminya menyebutkan bahwa Alum diyakini telah memasuki wilayah Indonesia melalui Batam dan saat ini berada di Jakarta. Kedubes juga mengonfirmasikan bahwa hak asuh penuh atas Alum diberikan oleh pengadilan kepada Elizabeth.
"Sang ayah menculik Alum dari sekolahnya dan pergi meninggalkan Argentina secara ilegal," jelas pihak kedubes melalui keterangan resminya. Mereka juga bersiap menanti kedatangan perempuan yang berharap bisa mengakhiri penderitaan selama delapan bulan terakhir itu. "Pemerintah Indonesia selama ini sangat kooperatif dengan kami dan kami sangat berharap segera dapat menemukan Alum," lanjutnya.
Pihak kedubes pun menyebarkan nomor telepon yang bisa dihubungi warga bila mengetahui keberadaan Alum. Yakni nomor telepon (+62) 21 230 3061/3761 dan (+62) 816 9191 21. Nomor tersebut aktif 24 jam.
Tak Perlu Red Notice
Kendati ada kabar bahwa pelaku dan korban penculikan berada di Sulsel, Kabidhumas Polda Sulsel Kombespol Dicky Sondani menyatakan belum mendapat informasi tentang adanya penculikan anak berkewarganegaraan Argentina yang mungkin singgah di Sulsel. "Kami belum mengetahuinya," ucap dia.
Bahkan, hingga saat ini Polda Sulsel belum mendapatkan red notice untuk mencari Jorge Langone dan Candela Gutierrez yang diduga sebagai pelaku penculikan. "Belum ada red notice dari Interpol yang ditujukan kepada kami," paparnya.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
