
GENG PELAJAR: Petugas kepolisian berhasil mengamankan sejumlah barang bukti dan puluhan pelajar yang merusak rumah warga, Selasa (30/1)
JawaPos.com - Geng pelajar di Jogjakarta mengamuk dan mengobrak-abrik satu rumah warga di Jalan DI Panjatan, Ngadinegaran, Mantrijeron pada Senin (29/1) sekitar pukul 23.55 WIB.
Selain mengobrak-abrik rumah, puluhan pelajar yang tergabung dalam geng bernama 'Safe House' tersebut juga merusak satu unit motor yang terparkir di depan rumah.
Perbuatan tidak terpuji tersebut dilakukan oleh sejumlah pelajar dari berbagai sekolah tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA).
Total sebanyak 28 pelajar berhasil diamankan oleh petugas Polresta Kota Yogyakarta pada Selasa (30/1) dini hari ketika bersembunyi di rumah warga di daerah Kecamatan Mantrijeron, Kota Yogyakarta.
"Mereka itu sebuah geng pelajar yang merusak rumah warga," kata Kapolresta Yogya, Kombes Pol Tommy Wibisono, Selasa (30/1) siang.
Untuk diketahui, gerombolan ini merusak rumah milik Eka Rizky, 24, beserta sepeda motor yang berada di depan rumah korban. Selesai melakukan pengrusakan tersebut mereka kemudian bersembunyi di sebuah rumah di Gang Abimanyu, Kecamatan Wirobrajan.
Geng pelajar tersebut kemudian diamankan dan diperiksa oleh petugas secara intensif. Sejauh ini, pihak kepolisian masih memeriksa dan memilah peran masing-masing pelaku. "Jika terbukti melakukan tindak pidana maka akan diproses hukum," ucapnya.
Sebelum melakukan aksinya, imbuh Kapolresta, mereka terlebih dahulu pesta minuman keras (miras) di daerah Bantul. Para geng pelajar tersebut kemudian konvoi menuju ke Kota Jogjakarta untuk mencari kelompok yang bermusuhan dengan gengnya. "Sementara ini, motifnya karena berniat cari musuh di jalan," tuturnya.
Saat berpapasan dengan korban, geng pelajar ini saling bertatapan dan langsung mengejar korbannya sampai ke rumah. Mereka kemudian merusak dengan cara dilempari batu. "Gengnya ini dinamai safe house," katanya.
Dari penangkapan itu, polisi berhasil menyita sejumlah barang bukti berupa satu tongkat baseball, dua gir rantai motor yang diikat diujung ikat pinggang, empat bongkah batu, tiga botol miras, dan sebungkus pil trihex.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
