
Rexy Mainaky
JawaPos.com – Sudah setahun Rexy Mainaky bertolak ke Thailand untuk melatih tim nasional bulu tangkis di sana.
Walau baru sebentar, perkembangan bulu tangkis Negeri Gajah Putih tersebut sudah cukup menunjukkan hasil, meskipun belum sementereng Indonesia.
Resmi melatih tim Thailand sejak akhir tahun 2016, buah tangan perdana Rexy adalah saat timnya menjadi juara umum di SEA Games 2017. Empat medali emas dari nomor beregu putri, ganda putri, ganda campuran, dan ganda putra sukses diboyong.
Beberapa bulan berikutnya, anak-anak didik Rexy kembali berbicara di Bitburger Terbuka 2017. Tiga anak didiknya, yakni Nitchaon Jindapol (tunggal putri), serta pasangan ganda putri Jongkolphan Kititharakul/Rawinda Prajongjai meraih gelar juara di sana.
Tiga nama yang sama kemudian kembali mengangkat trofi di Thailand Masters 2018 pekan lalu, ditambah pasangan ganda putra Tinn Isriyanet/Kittisak Namdash. Jongkolphan/Rawinda bahkan berhasil menembus ranking 10 besar dunia, dan kini tengah bertengger di ranking 9.
Gemblengan Rexy kembali memperlihatkan hasil di babak pertama Indonesia Masters 2018, saat salah satu pemain tunggal putra muda Thailand, Kantaphon Wangcharoen secara mengejutkan membuat legenda hidup bulu tangkis Tiongkok, Lin Dan bertekuk lutut dua game langsung dengan 21-15, dan 21-19.
Walau demikian, Rexy merasa PR-nya menukangi tim nasional bulu tangkis Thailand masih jauh dari rampung.
“Gelar juara yang mereka raih itu semuanya baru awal, ibarat main video game saja. Mereka sudah lewat level 1, masih ada level 2 dan seterusnya menunggu mereka,” kata Rexy, Rabu (24/1).
Rexy melihat, ada pola pikir yang masih harus didobrak untuk membuat para anak didiknya lebih berkembang lagi.
Kecuali Ratchanok Intanon yang memiliki program latihan sendiri di bawah naungan klubnya, anak-anak didik Rexy yang lain masih merasa bahwa turnamen level superseries adalah turnamen yang mustahil dimenangkan. Inilah yang membuat prestasi mereka akhirnya mandek.
“Ini yang harus diubah dari mereka. Mereka semua punya dasar dan modal yang kuat, tapi selama ini tidak pernah ada yang membimbing mereka untuk berpikir bahwa mereka bisa menang melawan siapapun. Ini yang sedang saya ubah,” kata peraih medali emas Olimpiade Atlanta 1996 bersama Ricky Subagja itu.
Pola pikir positif dan tidak mau kalah dalam bertanding, kata Rexy, nantinya akan sangat dibutuhkan saat mereka menjalani Piala Thomas dan Uber 2018 serta Asian Games 2018.
“Kalau ditanya apa yang masih harus dibenahi jelang Piala Thomas dan Uber atau Asian Games, ya banyak, terutama di sektor putra. Masih perlu ada pembenahan mental dan mindset supaya mereka bisa bersaing. Tentunya juga porsi dan pola latihan yang harus lebih ditingkatkan,” kata Rexy.

5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
11 Tempat Berburu Sarapan Bubur Ayam Paling Enak di Bandung, Layak Masuk Daftar Wisata Kuliner!
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Kuliner Nasi Goreng Paling Enak di Bandung, Tiap Hari Pelanggan Rela Antre Demi Menikmati Kelezatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
