
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memimpin groundbreaking Rumah DP 0 Rupiah di Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Kamis (18/1).
JawaPos.com - Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi menilai program rumah DP nol rupiah Gubernur DKI Anies Baswedan terlalu terburu-buru. Sehingga, dia menduga Anies melanggar Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) tentang pedoman pengelolaan keuangan daerah.
Sehingga dia menilai Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu harus melakukan perencanaan lebih matang lagi atau membuat peraturan baru. Pasalnya, sepengetahuan Pras, kepala daerah dilarang menganggarkan program melampaui masa jabatannya.
"Itu melanggar Permendagri No. 21/2011 sebagai perubahan kedua Permendagri No. 13/2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. Yakni, Pasal 54A ayat (6) Permendagri itu memang menyebut penganggaran kegiatan tidak boleh melampaui akhir tahun masa jabatan kepala daerah. Kepala daerah engga bisa bikin program yang pembiayaannya sampai 20 tahun," kata Prasetio di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (19/1).
Selain itu, program rumah DP nol rupiah itu sudah dilakukan pemerintah pusat yang dipimpin Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). Namun, kata Pras sapaan akrab Prasetio, harga jual yang ditawarkan Pemprov DKI jauh lebih mahal dibandingkan program sejuta rumah milik Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Sehingga, dia menilai masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) akan susah menjangkau rumah DP nol rupiah tersebut. "Sayangnya harga yang dijual jauh lebih tinggi sehingga tidak bisa dijangkau oleh MBR. Program sejuta rumah milik Jokowi memanfaatkan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) atau program KPR bersubsidi dengan bunga sampai 5,5 persen pertahun dengan jangka waktu sampai 20 tahun," ungkapnya.
Lanjut diterangkan Politikus PDIP ini, harga jual yang dipasarkan program Jokowi ditawarkan Rp 100 juta sampai Rp 135 juta untuk rumah tapak. Masyarakat perlu membayar cicilan dengan Rp 825 ribu sampai Rp 1,1 juta perbulannya.
"Dengan begitu, sesuai dengan persyaratan bank masyarakat dengan pendapatan Rp 3 juta perbulan masih bisa mencicil," jelasnya.
Sedangkan Rusunami rumah DP nol rupiah kata Pras, cicilan yang ditawarkan gubernur Anies Baswedan dimulai dari Rp 1,5 juta sampai Rp 2,6 juta yang mana jika pendapatan MBR minimal Rp 4,5 juta. Sedangkan jika UMP DKI Rp 3,6 juta warga tidak bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari.
"Jadi rusunami DP 0 rupiah itu bukan untuk masyarakat berpenghasilan rendah tapi kelas menengah," ucap dia.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Armenia vs Latvia di Liga Nations UEFA: Sarkanbaltsarkanie Paksa Tuan Rumah Imbang
Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di Liga Nations UEFA: Duel Sengit Rawan Imbang di Pod Goricom
Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di Liga Nations UEFA: Zmajevi Siap Kejutkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Guruh Soekarnoputra dalam Kondisi Kritis, Dirawat Intensif di RS Siloam Semanggi
Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di Liga Nations UEFA: Jvarosnebi Pesta Gol di Kandang
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Bangladesh vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Harimau Malaya Curi Kemenangan
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022