Jumat, 27 Apr 2018
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Teknologi

Kepala Lapan Ajak Penganut Bumi Datar Belajar Fisika

| editor : 

Bumi Datar

Ilustrasi Bumi Bulat Vs Bumi Datar (BigThink)

JawaPos.com – Perkara bentuk Bumi hingga kini masih menjadi perdebatan sengit. Di sosial media bahkan terdapat beberapa komunitas yang menganut kepercayaan bahwa bentuk Bumi sesungguhnya adalah datar, bukan bulat seperti yang diajarkan sejak di bangku Sekolah Dasar (SD).

Tidak hanya itu, penganut teori Bumi Datar Indonesia, yang menamakan dirinya sebagai Komunitas Bumi Datar Indonesia (IFEC), malah diketahui sempat membuat petisi untuk Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin. Petisi yang dibuat setahun lalu di laman change.org per hari ini telah mendapat dukungan 989 tanda tangan.

Diketahui, tahun lalu Thomas sempat disebut menyindir teori bumi datar sebagai "dongeng sebelum tidur". Boss Darling selaku admin forum Komunitas Bumi Datar Indonesia di laman fe101.freeforums.net, merupakan orang yang membuat petisi tersebut. Petisi ini hampir mencapai target 1.000 dukungan.

Thomas Djamaludin

Facebook Thomas Djamaludin mengenai tanggapan petisi yang ditujukan untuk dirinya. (Screenshot)

Petisi tersebut dituliskan sebagai bentuk kekecewaan mereka kepada Thomas selaku Kepala Lapan. Dalam petisi juga meminta Thomas untuk membuktikan ucapannya tentang "bumi datar adalah dongeng sebelum tidur".

Satu tahun berselang, Thomas baru menanggapi petisi yang dibuat komunitas Bumi Datar tersebut. Lelaki lulusan Institut Teknologi Bandung dan Kyoto University itu membuat tulisan di laman Facebooknya dan ditujukan kepada komunitas Bumi Datar.

“Komunitas Dongeng "Bumi Datar (Flat Earth, FE) mempetisi Kepala LAPAN. Ini tanggapan saya: Sumber utama "Dongeng Bumi Datar" (Flat Earth, FE) adalah ketidakfahaman akan gravitasi," jelas Thomas melalui akun Facebook-nya.

Dia menjelaskan, konsekuensi adanya gravitasi adalah bulatnya bumi (karena gravitasi dirinya saat pembentukan tata surya), adanya planet-planet yang mengorbit matahari, adanya bulan dan satelit yang mengorbit bumi, terjaganya air laut dan seisi bumi tetap berada di permukaan bumi, terjaganya atmosfer sehingga manusia bisa bernapas dan pesawat bisa terbang dengan gaya aerodinamis.

Thomas bahkan mengajak komunitas penganut Bumi Datar untuk belajar fisika. "sekian banyak lagi fenomena yang menarik untuk kita pelajari. Ayo belajar fisika agar tidak tertipu dengan dongeng bumi datar (FE)," pungkas Thomas.

Bicara dan belajar mengenai kehidupan di Bumi ini memang selalu menarik. Termasuk kepada keyakinan bentuk Bumi apakah datar atau bulat. Pun terhadap mereka yang mempercayainya.

(ryn/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP