Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 28 Desember 2017 | 08.46 WIB

Cerita Baru Pembunuhan Anggota Kostrad Diduga Istri Jadi Umpan Memeras

TKP: Lokasi penemuan mayat di Desa Dengkol, Singosari, Minggu (24/12). - Image

TKP: Lokasi penemuan mayat di Desa Dengkol, Singosari, Minggu (24/12).

JawaPos.com – Penyidikan kematian anggota Divisi Infanteri (Divif) 2 Kostrad Serma Achmad, 47, yang dibunuh kini menunjukkan titik terang. Kasus yang bermula dari penemuan mayat di Desa Dengkol, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Minggu (24/12), memunculkan cerita baru. Berdasar pesan berantai, Achmad diduga dibunuh oleh bintara Kostrad berinisial E.


Pelaku merupakan korban pemerasan Achmad. Modusnya E dijebak dengan umpan seorang perempuan NA (istri Achmad). Pembunuhan menggunakan benda tajam sejenis sangkur. E ditengarai dijebak Achmad untuk berkenalan dengan istrinya melalui media sosial (medsos). Perkenalan dari medsos berlanjut ke rumah kos E di Sumber Waras, Kecamatan Lawang, Sabtu (23/12) malam.


Saat berangkat menemui E, NA diantar sang suami. Si istri turun dan menuju rumah kos yang menjadi lokasi janjian. Di dalam kamar rumah kos itu E dan NA bermesraan. Mereka berdua sempat saling buka baju sampai telanjang. Dalam kondisi keduanya tidak mengenakan pakaian, tiba-tiba Achmad yang menunggu di luar kamar tiba-tiba masuk.


Dia kemudian memfoto dan merekam adegan di dalam kamar tersebut. Di bawah ancaman Achmad, foto dan video itu digunakan sebagai alat bukti memeras E. Achmad yang lebih senior itu lantas mengintimidasi E. Dia menegaskan wanita tersebut adalah istrinya. Selain itu, Achmad menakut-nakuti E terancam dipecat.


Sebagai ganti damai, Achmad kemudian meminta uang Rp 50 juta. Uang tebusan harus dibayarkan dalam waktu lima hari. Pada waktu hampir bersamaan, NA sudah keluar kamar lebih dulu. Perempuan itu menunggu di depan RS Brawijaya, Lawang.


Sementara E yang merasa terancam atas intimidasi pemukulan melakukan perlawanan. Pisau sangkur yang dipukulkan Achmad saat menuju lapangan bola Sumber Waras direbut E. Leher belakang bagian kanan dan kiri Achmad menjadi sasaran penusukan. Mengetahui lawannya meninggal, E membuang mayat Achmad menggunakan mobil pinjaman pada malam minggu itu.


Besok paginya, warga sekitar yang hendak ke sawah sekitar pukul 08.00 menemukan jenazah Achmad terbujur kaku di saluran air. Hingga laporan berantai itu menjadi viral, belum ada keterangan resmi dari pihak Divif 2 Kostrad. JawaPos.com mencoba mengonfirmasi laporan berantai itu.


Di antaranya kepada Kepala Penerangan Divif 2 Kostrad Mayor (Inf) Bony Vindri Anggoro. Hingga Rabu (27/12) petang belum ada balasan dari pesan WhatsApp tersebut. JawaPos.com juga mencoba mengonfirmasi kepada Panglima Divif 2 Kostrad Mayjen TNI Agus Suhardi. Pesan terkirim pukul 18.12 belum direspons meski sudah ternotifikasi terbaca.


Dari kabar yang beredar di kalangan media, Kapuspen TNI Mayor Jenderal TNI M Sabrar Fadhilah justru sudah mendengar informasi seputar dugaan di balik peristiwa itu. ''Sudah diselidiki,'' tegas Sabrar. Sebelumnya Bony memastikan satuannya menurunkan tim khusus untuk menginvestigasi kasus tersebut.

Editor: Administrator
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore