
TKP: Lokasi penemuan mayat di Desa Dengkol, Singosari, Minggu (24/12).
JawaPos.com – Penyidikan kematian anggota Divisi Infanteri (Divif) 2 Kostrad Serma Achmad, 47, yang dibunuh kini menunjukkan titik terang. Kasus yang bermula dari penemuan mayat di Desa Dengkol, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Minggu (24/12), memunculkan cerita baru. Berdasar pesan berantai, Achmad diduga dibunuh oleh bintara Kostrad berinisial E.
Pelaku merupakan korban pemerasan Achmad. Modusnya E dijebak dengan umpan seorang perempuan NA (istri Achmad). Pembunuhan menggunakan benda tajam sejenis sangkur. E ditengarai dijebak Achmad untuk berkenalan dengan istrinya melalui media sosial (medsos). Perkenalan dari medsos berlanjut ke rumah kos E di Sumber Waras, Kecamatan Lawang, Sabtu (23/12) malam.
Saat berangkat menemui E, NA diantar sang suami. Si istri turun dan menuju rumah kos yang menjadi lokasi janjian. Di dalam kamar rumah kos itu E dan NA bermesraan. Mereka berdua sempat saling buka baju sampai telanjang. Dalam kondisi keduanya tidak mengenakan pakaian, tiba-tiba Achmad yang menunggu di luar kamar tiba-tiba masuk.
Dia kemudian memfoto dan merekam adegan di dalam kamar tersebut. Di bawah ancaman Achmad, foto dan video itu digunakan sebagai alat bukti memeras E. Achmad yang lebih senior itu lantas mengintimidasi E. Dia menegaskan wanita tersebut adalah istrinya. Selain itu, Achmad menakut-nakuti E terancam dipecat.
Sebagai ganti damai, Achmad kemudian meminta uang Rp 50 juta. Uang tebusan harus dibayarkan dalam waktu lima hari. Pada waktu hampir bersamaan, NA sudah keluar kamar lebih dulu. Perempuan itu menunggu di depan RS Brawijaya, Lawang.
Sementara E yang merasa terancam atas intimidasi pemukulan melakukan perlawanan. Pisau sangkur yang dipukulkan Achmad saat menuju lapangan bola Sumber Waras direbut E. Leher belakang bagian kanan dan kiri Achmad menjadi sasaran penusukan. Mengetahui lawannya meninggal, E membuang mayat Achmad menggunakan mobil pinjaman pada malam minggu itu.
Besok paginya, warga sekitar yang hendak ke sawah sekitar pukul 08.00 menemukan jenazah Achmad terbujur kaku di saluran air. Hingga laporan berantai itu menjadi viral, belum ada keterangan resmi dari pihak Divif 2 Kostrad. JawaPos.com mencoba mengonfirmasi laporan berantai itu.
Di antaranya kepada Kepala Penerangan Divif 2 Kostrad Mayor (Inf) Bony Vindri Anggoro. Hingga Rabu (27/12) petang belum ada balasan dari pesan WhatsApp tersebut. JawaPos.com juga mencoba mengonfirmasi kepada Panglima Divif 2 Kostrad Mayjen TNI Agus Suhardi. Pesan terkirim pukul 18.12 belum direspons meski sudah ternotifikasi terbaca.
Dari kabar yang beredar di kalangan media, Kapuspen TNI Mayor Jenderal TNI M Sabrar Fadhilah justru sudah mendengar informasi seputar dugaan di balik peristiwa itu. ''Sudah diselidiki,'' tegas Sabrar. Sebelumnya Bony memastikan satuannya menurunkan tim khusus untuk menginvestigasi kasus tersebut.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
