
Ilustrasi vaksinasi penyakit difteri
JawaPos.com – Penyakit difteri bisa menyerang anak-anak dan dewasa. Pasien dewasa yang sudah divaksin saat kecil, ternyata tetap bisa terpapar difteri. IMengapa? Apakah vaksinasi harus diulang setiap 10 tahun?
Seperti telah diketahui, difteri adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium dan biasanya menyerang amandel, tenggorokan, hidung, serta kulit. Penyakit ini menyebar dengan cepat melalui partikel udara lewat batuk, bersin, atau bernapas. Jika terkena penyakit ini, seseorang akan merasakan gejala berupa radang tenggorokan, serak, hingga masalah pernapasan. Bahkan, difteri bisa menyebabkan kematian.
Orang tua diminta memastikan apakah anak sudah menerima imunisasi lengkap sesuai jadwal, termasuk vaksin difteri. Jika dirasa belum lengkap, maka segera dilengkapi. Sebab bisa jadi anak akan memiliki risiko terkena difteri saat dia dewasa.
Pemberian imunisasi atau vaksin yang tidak lengkap tersebutlah yang akhirnya membuat orang dewasa bisa terjangkit difteri. Oleh karena itu, orang dewasa tetap harus diberikan vaksin kembali untuk mencegah terpapar wabah penyakit ini.
Selain itu, pemberian vaksin ulang pada orang dewasa bertujuan meningkatkan kekebalan tubuh sehingga terhindar dari penyakit difteri.
Untuk terhindar dari difteri, Disease Prevention Expert yang juga CEO dari In Harmony Vaccination dr. Kristoforus Hendra Djaya SpPD, mengatakan sebaiknya orang dewasa perlu diberikan vaksin setiap 10 tahun.
“Dewasa juga perlu divaksinasi, 10 tahun sekali,” tegas Kristoforus Sabtu (9/12).
Dia menjelaskan vaksin difteri ada beberapa jenis. Dimulai dari DPT (difteri-pertussis-tetanus) yang diberikan pada bayi, DPT kombo (DPT dengan kombinasi HIB dan Hepatitis B atau Polio), ada juga Td (Tetanus-difteri) untuk balita dan dewasa, serta vaksin jenis Tdap (Tetanus-difteri-dan acellular pertussis) yang dapat diaplikasikan kepada anak-anak hingga dewasa.
Kristoforus mengungkapkan sebaiknya anak-anak mendapatkan vaksin DPT sebanyak 4 kali, dari usia 2 bulan hingga 1,5 tahun. Kemudian, perlu diulang lagi sekitar usia 4-6 tahun (sebelum masuk sekolah), dan 10-11 tahun.
“Setelah itu tinggal dilanjutkan pemberian Tdap setiap 10 tahun sekali,” ujarnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
