Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 9 Desember 2017 | 00.46 WIB

Agung Laksono Kaget Setya Novanto Kirim Surat ke Jokowi

Agung Laksono - Image

Agung Laksono

JawaPos.com - Bredar surat yang diduga dari Ketua DPR Setya Novanto untuk Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dalam surat tersebut, Ketua Umum Partai Golkar meminta perlindungan dari Presiden Joko Widodo alias Jokowi dalam kasus dugaan korupsi proyek e-KTP.


Saat dikonfirmasi, Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Agung Laksono mengaku surat tersebut asli. Maka dia merasa kaget. Sebab, selama ini Setya Novanto yang ia kenal tidak pernah mengeluh dalam menghadapi setiap masalah.


"Saya tahu beliau itu tidak pernah mengeluh, tidak pernah ngadu ke sana dan ke sini, dia orangnya ikhlas kalaupun ada yang berat biasanya dipendam sendiri," ujar Agung saat ditemui di DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta, Sabtu (8/12).


Dengan mengirimkan surat tersebut ke Presiden Jokowi, dikatakan Agung Laksono mungkin sudah dipikirkan risikonya. Mungkin saja Setya Novanto merasa dirinya dikriminalisasi oleh oknum dalam kasus dugaan korupsi e-KTP.


"Tentu sudah dipikirkan masak-masak ya oleh beliau apa positif dan negatifnya," katanya.


Sekadar informasi, JawaPos.com mendapatkan sepucuk surat yang diduga dari Ketua DPR Setya ‎Novanto. Di surat itu, Setya Novanto 'curhat' lantaran telah dikriminalisasi oleh orang tidak bertanggung jawab dalam kasus e-KTP.


Berikut ini isi petikan surat dari Setya Novanto yang ditujukan kepada Presiden Jokowi.


Kepada YTH
Bapak Presiden Joko Widodo
Di Jakarta


Salam Hormat,
Semoga Bapak dalam keadaan sehat dan selalu diberikan kekuatan serta perlindungan oleh Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa untuk menjalankan amanah memimpin negeri ini.


Barsama ini perkenankan saya menyampaikan kondisi dari keadaan yang saya hadapi.


Pertama. Di bawah kepemimpinan saya, keputusan Partai Golkar untuk mendukung Bapak sebagai Presiden Republik Indonesia periode 2019-2024 adalah keputusan sah, dan dilakukan dalam forum yang sah sebagai keputusan organiasi. Meskipun memang ada segelintir pihak tertentu yang tidak suka Partai Golkar mencalonkan bapak kembali sebagai Presiden Republik Indonesia.


Kedua. Di bawah kepemimpinan saya, DPR RI telah berusaha memberikan dukungan pada berbagai program pemerintah, meskipun tidak mudah menyatukan pimpinan dan anggota parlemen. Namun demikian saya telah berusaha sekuat tenaga sebagaimana komitmen untuk mendukung program pembangunan Bapak, demi kelancaran proses kepemimpinan saat ini dan di masa yang akan datang.


Ketiga. Dikarenakan usaha itulah saya mengalami kriminalisasi seperti sekarang kasus ini terjadi tahun 2010, tetapi diungkap kembali atas rekayasa kelompok tertentu dengan menggunakan KPK.


Keempat. Saya mohon perhatian Bapak Presiden sesungguhnya peristiwa yang menimpa diri saya ini bermuara pada keputusan dukung-mendukung Presiden Republik Indonesia untuk Pemilu 2019. Oleh sebab itu, dapat diyakini bahwa ujung dari peristiwa kriminalisasi ini adalah untuk menggagalkan kepemimpinan Bapak sekarang maupun di masa yang akan datang.


Demikian disampaikan kepada Bapak Presiden dan sebagai warga masyarakat yang telah menjadi korban kriminalisasi atas rekayasa kelompok tertentu, saya mohon doa dan perlindungan hukum dari Bapak Presiden selaku Panglima Tertinggi dalam penegakan hukum di negara yang kita cintai ini.

Editor: Administrator
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore