
Agung Laksono
JawaPos.com - Bredar surat yang diduga dari Ketua DPR Setya Novanto untuk Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dalam surat tersebut, Ketua Umum Partai Golkar meminta perlindungan dari Presiden Joko Widodo alias Jokowi dalam kasus dugaan korupsi proyek e-KTP.
Saat dikonfirmasi, Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Agung Laksono mengaku surat tersebut asli. Maka dia merasa kaget. Sebab, selama ini Setya Novanto yang ia kenal tidak pernah mengeluh dalam menghadapi setiap masalah.
"Saya tahu beliau itu tidak pernah mengeluh, tidak pernah ngadu ke sana dan ke sini, dia orangnya ikhlas kalaupun ada yang berat biasanya dipendam sendiri," ujar Agung saat ditemui di DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta, Sabtu (8/12).
Dengan mengirimkan surat tersebut ke Presiden Jokowi, dikatakan Agung Laksono mungkin sudah dipikirkan risikonya. Mungkin saja Setya Novanto merasa dirinya dikriminalisasi oleh oknum dalam kasus dugaan korupsi e-KTP.
"Tentu sudah dipikirkan masak-masak ya oleh beliau apa positif dan negatifnya," katanya.
Sekadar informasi, JawaPos.com mendapatkan sepucuk surat yang diduga dari Ketua DPR Setya Novanto. Di surat itu, Setya Novanto 'curhat' lantaran telah dikriminalisasi oleh orang tidak bertanggung jawab dalam kasus e-KTP.
Berikut ini isi petikan surat dari Setya Novanto yang ditujukan kepada Presiden Jokowi.
Kepada YTH
Bapak Presiden Joko Widodo
Di Jakarta
Salam Hormat,
Semoga Bapak dalam keadaan sehat dan selalu diberikan kekuatan serta perlindungan oleh Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa untuk menjalankan amanah memimpin negeri ini.
Barsama ini perkenankan saya menyampaikan kondisi dari keadaan yang saya hadapi.
Pertama. Di bawah kepemimpinan saya, keputusan Partai Golkar untuk mendukung Bapak sebagai Presiden Republik Indonesia periode 2019-2024 adalah keputusan sah, dan dilakukan dalam forum yang sah sebagai keputusan organiasi. Meskipun memang ada segelintir pihak tertentu yang tidak suka Partai Golkar mencalonkan bapak kembali sebagai Presiden Republik Indonesia.
Kedua. Di bawah kepemimpinan saya, DPR RI telah berusaha memberikan dukungan pada berbagai program pemerintah, meskipun tidak mudah menyatukan pimpinan dan anggota parlemen. Namun demikian saya telah berusaha sekuat tenaga sebagaimana komitmen untuk mendukung program pembangunan Bapak, demi kelancaran proses kepemimpinan saat ini dan di masa yang akan datang.
Ketiga. Dikarenakan usaha itulah saya mengalami kriminalisasi seperti sekarang kasus ini terjadi tahun 2010, tetapi diungkap kembali atas rekayasa kelompok tertentu dengan menggunakan KPK.
Keempat. Saya mohon perhatian Bapak Presiden sesungguhnya peristiwa yang menimpa diri saya ini bermuara pada keputusan dukung-mendukung Presiden Republik Indonesia untuk Pemilu 2019. Oleh sebab itu, dapat diyakini bahwa ujung dari peristiwa kriminalisasi ini adalah untuk menggagalkan kepemimpinan Bapak sekarang maupun di masa yang akan datang.
Demikian disampaikan kepada Bapak Presiden dan sebagai warga masyarakat yang telah menjadi korban kriminalisasi atas rekayasa kelompok tertentu, saya mohon doa dan perlindungan hukum dari Bapak Presiden selaku Panglima Tertinggi dalam penegakan hukum di negara yang kita cintai ini.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
