Rabu, 13 Dec 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Ekonomi

Kemudahan Berbisnis Naik Peringkat

Indef: Jangan Cepat Bangga, Indikator Lain Masih Terpuruk

| editor : 

Ilustrasi

Ilustrasi (Dok.JawaPos.com)

JawaPos.com - Dalam laporan teranyar Bank Dunia, peringkat kemudahan berbisnis (Ease of Doing Business/EODB) 2018, peringkat Indonesia naik ke posisi 72, atau naik 19 peringkat dibandingkan posisi 2017. Sayangnya, peringkat Indonesia masih tertinggal dibandingkan negara-negara tetangga, seperti Singapura, Malaysia, Thailand, bahkan Vietnam.

Sayangnya, kebanggaan itu dikritik oleh Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Abra Talattov. Menurutnya, masih ada indikator kunci yang sebenernya Indonesia cukup terpuruk.

Sebagai contoh, peringkat kemudahan investasi perizinan untuk membuka usaha Indonesia ada di peringkat 144. Kemudian dalam kemudahan administrasi pembayaran pajak berada di peringkat 114.

"Terkait ease of doing bussines, pemerintah bangga kan karena ada peningkatan menjadi 72. Tapi dari indikator itu, ada beberapa indikator kunci yang peringkat kita masih di atas 100," ujarnya di Jakarta, Kamis (7/12).

"Misalkan investasi perizinan untuk membuka usaha itu masih di peringkat 144. Kemudian dalam (proses) pembayaran pajak kita masih 114. Mengenai perdagangan, cross border antara ekspor dan import masih terlambat di peirngkat 112. Kemudian izin untuk membangun konstruksi itu kita ada di peringkat 100," tambahnya.

Oleh karena itu, dirinya menilai jika pemerintah untuk tidak cepat berbenah hati. Sebab, beberapa indikator kunci peringkat Indonesia masih sangat terpuruk.

Jika tidak dibenahi, bukan tidak mungkin nantinya peringkat 72 yang sudah dicapai kembali anjlok.

"Jadi EODB belum menggambarkan kondisi riil bagaimana investpr bisa dengan mudah melakukan investasi di Indonesia. Jadi ini PR bagi pemerintah bahwa jangan hanya dilihat dari kulitnya tapi juga dar dalamnya," pungkasnya. (Hap/Hana)

(hap/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP