Sabtu, 16 Dec 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Internasional

Death to America: Massa Turun ke Jalan, Tepi Barat Membara

| editor : 

Jerusalem membara

KERAS: Pemrotes Palestina membakar patung Presiden AS Donald Trump, di kota Nablus, Tepi Barat, Selasa (7/12). (THOMAS COEX/AFP)

JawaPos.com – Seperti yang sudah diprediksi sebelumnya, kenekatan Presiden AS Donald Trump untuk mengaku Jerusalem sebagai ibu kota Israel memicu kemarahan di Timur Tengah.

Pengunjuk rasa Palestina melakukan penyerangan kepada tentara Israel. Sementara pihak militer Israel membalasnya dengan menembakkan gas air mata demi membubarkan kerumunan massa.

Jerusalem membara

TIDAK HORMAT: Anak-anak Palestina berjalan melewati grafiti yang dirusak yang menggambarkan Presiden AS Donald Trump. (THOMAS COEX/AFP)

Tetapi itu semua tidak menghentikan niat masyarakat sipil untuk turun ke jalan. Protes diadakan di kota-kota Tepi Barat seperti Ramallah, Hebron dan Nablus, serta di Jalur Gaza. Di Hebron dan Al-Bireh, ribuan demonstran berbaris dengan nyanyian yang syairnya menyebutkan kalau Jerusalem adalah ibu kota Negara Palestina.

Petugas medis mengatakan 17 orang terluka akibat tembakan tentara Israel saat terjadi bentrokan di Tepi Barat dan Jalur Gaza.

Media-media Timur Tengah pun menurunkan headline yang keras. Surat kabar pro-Hizbullah Al Akhbar menampilkan halaman depan dengan menulis Death to America. Fotonya, bendera AS yang terbakar.

Jerusalem membara

SUARA: Pemrotes Palestina bentrok dengan pasukan Israel di dekat sebuah pos pemeriksaan Israel di kota Bethelem di Tepi Barat pada tanggal 7 Desember 2017. (THOMAS COEX/AFP)

Petinggi-petinggi dunia pun meradang. Perdana Menteri Turki Binali Yildirim mengatakan Amerika telah menarik pin pada sebuah bom yang siap meledak di wilayah tersebut.

Sementara, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menuduh Trump melempar Timur Tengah ke dalam lingkaran api dan membandingkannya dengan blender.

Rusia mengatakan hari ini bahwa pihaknya melihat langkah Trump dengan perhatian serius dan akan mengkritik pendirian baru di Dewan Keamanan PBB.

Jerusalem membara

TIDAK SETUJU: Pemrotes Palestina bentrok dengan pasukan Israel di dekat sebuah pos pemeriksaan Israel di kota Bethelem di Tepi Barat pada Kamis (7/12). (THOMAS COEX/AFP)

Menteri Luar Negeri Inggris Boris Johnson menggambarkan sikap baru tersebut sebagai tidak membantu sementara Prancis menolak keputusan sepihak. Dan Jerman mengatakan bahwa status Jerusalem hanya dapat dipecahkan berdasarkan solusi dua negara.

Hamas sendiri menyerukan hari kemarahan dan pemberontakan intifada baru setelah mengatakan bahwa Trump telah membuka gerbang neraka.

Meski demikian, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu namun memuji-muji Trump. Dia mengatakan bahwa nama Trump akan dikaitkan dengan sejarah panjang Jerusalem dan mendesak negara-negara lain untuk mengikuti jejaknya.(*)

Baca juga berita mengenai Pengakuan Trump atas Yerusalem di:

Ramai-ramai Kecam Pengakuan Trump atas Yerusalem

(tia/Reuters/AFP/Daily Mail/JPC)

Alur Cerita Berita

Sponsored Content

loading...
 TOP