Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 6 Desember 2017 | 02.38 WIB

Jika Jokowi dan Gatot Berpasangan di Pilpres 2019, Ini Peruntungannya

Presiden Jokowi bersama dengan Panglima Gatot Nurmantyo yang saat ini akan memasuk masa pensiun. - Image

Presiden Jokowi bersama dengan Panglima Gatot Nurmantyo yang saat ini akan memasuk masa pensiun.

JawaPos.com - Bursa calon wakil presiden (cawapres) pendamping Presiden Joko Widodo semakin terbuka lebar. Salah satunya yang terus digadang-gadang adalah nama Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo yang akan memasuki masa pensiun tahun depan. 


Jika ditelusuri dari sisi peluang atau hoki di antara nama keduanya, ternyata hasilnya menunjukkan sisi positif dan membawa hoki atau keberuntungan. 


Ahli Restrukturisasi Nama, Ni Kadek Hellen Kristy melihat kecocokan nama Joko Widodo yang lahir pada 21 Juni 1961 jika dipasangkan dengan Gatot Nurmantyo yang lahir pada 13 Maret 1960. Keduanya memiliki kecocokan 62 persen. Artinya cocok dan harmonis untuk membangun kemitraan. 


"Kombinasi yang kuat dari kepandaian Gatot Nurmantyo dan semangat besar dari Joko Widodo ini tetntu modal utama untuk mencapai prestasi besar," kata Heleni, sapaannya, kepada JawaPos.com, Selasa (5/12).


Heleni menambahkan kedua pasangan ini bisa harmonis asalkan mereka memperhatikan kecepatannya dari waktu ke waktu, dan saling pengertian satu sama lain. Keduanya juga dinilai ramah dan pandai. 


"Terlepas dari tidak terkontrolnya karakter Gatot Nurmantyo sifatnya orisinal bebas dan konstruktif. Joko Widodo yang ambisius serta bersemangat, mereka bisa menjadi tim sukses," ungkap Heleni.


Heleni menambahkan, keduanya merupakan pekerja yang tidak kenal lelah dengan kemampuan beradaptasi yang tinggi. 


Khusus untuk sosok Joko Widodo, Heleni menjelaskan berdasarkan nama dan tanggal lahir, mantan Gubernur DKI Jakarta itu memang dikaruniai kemampuan luar biasa dalam bidang manajemen di setiap area kehidupan, khususnya di bidang bisnis dan keuangan. 


Soal kemungkinan Joko Widodo untuk terpilih lagi sebagai presiden, kata Heleni, sebetulnya masih terbuka lebar asal jangan lagi memakai nama Jokowi


Heleni menyarankan media menyebutnya dengan nama lengkap Joko Widodo saja. Agar tidak banyak menarik hal-hal negatif.


"Bisa saja peluangnya bagus, namun dari sisi nama pakai Joko Widodo saja. Namanya sudah bagus. Saran saya, jangan pakai Jokowi lagi. Nama Joko Widodo itu peruntungannya nyaris sempurna," jelas Heleni. 

Editor: Administrator
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore