Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 26 November 2017 | 21.41 WIB

Dedi Sebut Tokoh Ini Didukung Jokowi Maju Munaslub Golkar

Dedi Mulyadi - Image

Dedi Mulyadi

JawaPos.com - Sejumlah kader menginginkan pergantian pemimpin setelah Ketua Umum Golkar Setya Novanto ditahan KPK karena menjadi tersangka kasus korupsi e-KTP. Pergantian kepemimpinan tersebut agar citra Partai Golkar tak semakin jatuh menjelang Pemilu 2019.


Ketua DPD I Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan, nama Koordinator Bidang Ekonomi DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto masuk sebagai calon pengganti Novanto. Bahkan, Airlangga disebut telah mengantongi restu Persiden Joko Widodo terkait pencalonannya sebagai ketua golkar di Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub).


"Airlangga Hartarto kemarin sudah bertemu presiden berdasarkan pembicaraan saya melalui telepon dengan Pak Pratikno (Menteri Sekretaris Negara) menyatakan bahwa presiden mendukung penuh Pak Airlangga untuk maju di munaslub," kata Dedi kepada wartawan seperti dilansir RMOL (Jawa Pos Group).


Bagi Dedi, usulan Munaslub tersebut merupakan respons atas pendapat rakyat yang menginginkan adanya pembenahan pada partai beringin. "Kita ini menangkap aspirasi yang tumbuh di masyarakat untuk melakukan perubahan dari sisi koridor organisasi," ucap Dedi.


Sementara itu, Dewan Penasihat MKGR Kosgoro Gandung Pardiman menyatakan bahwa kader daerah terus berupaya mendorong partai untuk sesegera mungkin melakukan Munaslub. Sebab ia berharap melalui munaslub keadaan golkar dapat menjadi lebih baik.


"Kami dari kader daerah, berusaha mendorong bagaimana Golkar lebih baik. Maka munaslub itu tidak bisa ditawar-tawar lagi," kata Pardiman di acara yang sama diskusi panel Kosgoro memperkokoh soliditas untuk mencari solusi terbaik guna penyelamatan Partai Golkar di Sleman, Yogyakarta, Minggu (26/11).


Sebelumnya, Peneliti senior CSIS J Kristiadi menilai Setya Novanto seharusnya memikirkan nasib Partai Ggolkar. Sebab melihat surat yang dikirimkan Novanto kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP) hanya mementingkan dirinya sendiri.


"Novanto harus mundur kalau dia mau Golkar di masa akan datang lebih baik, dan saya kira bisa menjadi pupuk yang akan menyuburkan Golkar sebagai partai besar, kalau dia bertahan berarti dia menggali kubur untuk menguburkan Golkar sendiri," kata Kristiadi, di kantor PARA Syndicate, Jalan Wijaya Timur, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (24/11).

Editor: Administrator
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore