Rabu, 13 Dec 2017
Logo JawaPos.com
Internasional

Positif Ledakan, Kapal Selam Argentina dan 44 Awaknya Bernasib Kelam

| editor : 

Kapal Selam AL Argentina ARA San Juan hilang.

PENTING: Juru bicara AL Kapten Enrique Baldi dalam konferensi pers di Buenos Aires, Kamis (23/11) waktu setempat. (JUAN MABROMATA/AFP)

JawaPos.com – Harapan untuk menemukan kapal selam ARA San Juan yang hilang sejak Rabu (15/11) lenyap sudah. Angkatan Laut (AL) Argentina mengkonfirmasi suara di dekat posisi kapal selam terakhir diketahui adalah suara ledakan.

Perhatian untuk kapal selam yang hilang dan 44 krunya telah mencengkeram Argentina sejak dilaporkan terlambat datang di markas Mar del Plata pada 17 November, dua hari setelah ledakan tersebut.

”Peristiwa anomali, tunggal, pendek, keras, dan non-nuklir yang konsisten dengan sebuah ledakan terjadi sesaat setelah komunikasi terakhir dengan kapal selam tersebut,” kata juru bicara AL Kapten Enrique Baldi dalam konferensi pers di Buenos Aires, Kamis (23/11) waktu setempat.

Konfirmasi AL tersebut membuat keluarga dan kerabat awak kapal marah dan sedih. Setelah beberapa hari menanti dengan harapan, mereka merasa AL telah membohongi mereka selama seminggu terakhir.

”Saya merasa tertipu,” kata Itati Leguizamon, yang suaminya, Jerman Suarez, bertugas sebagai operator sonar di San Juan. ”Mereka (AL) jahat dan kejam,” katanya.

Kapal Selam AL Argentina ARA San Juan hilang.

HILANG: Kapal selam ARA San Juan difoto saat meninggalkan Pelabuhan Buenos Aires, Argentina, Juni 2014. (REUTERS)

”Mereka tidak memberi tahu kami bahwa mereka sudah meninggal. Mereka hanya mengatakan bahwa kapal itu berada di kedalaman tiga ribu meter,” tambah Leguizamon saat anggota keluarga lain berteriak marah di sekelilingnya.

”Orang menjadi sangat agresif. Itu wajar. Mereka (AL) sudah berbohong kepada kami,” kata Leguizamon yang berprofesi sebagai pengacara.

Suara bawah laut yang terdeteksi pada hari-hari pertama pencarian oleh dua kapal pencari Argentina awalnya diklaim berasal dari makhluk laut, bukan kapal. Adanya sinyal satelit juga disebut sebagai alarm palsu.

Pencarian selama seminggu telah difokuskan pada posisi San Juan diketahui terakhir, sekitar 320 kilometer di lepas pantai Argentina. Namun, pencarian itu terhambat oleh cuaca buruk.

San Juan, sebuah kapal selam diesel-listrik buatan Jerman berusia 34 tahun, telah melaporkan masalah baterai pada 15 November dan mengatakan bahwa mereka akan pulang ke markasnya di Mar del Plata. Namun, kapal itu tidak mengirim sinyal marabahaya.

Baldi mengatakan pada Rabu (22/11) bahwa situasi San Juan dan krunya tampaknya buruk. Namun, dia menolak untuk berspekulasi mengenai suara kencang yang terdeteksi di laut hampir tiga jam setelah komunikasi terakhir dengan kapal itu.

Baldi menjelaskan bahwa Amerika Serikat yang ikut membantu mencari San Juan juga menyampaikan mengenai suara kencang tersebut. Stasiun akustik hidro yang dioperasikan oleh Organisasi Pelarangan Uji Coba Nuklir Komprehensif pun telah menangkap suara ledakan pada 15 November pukul 13.52 GMT.

Namun, karena puing-puing di permukaan, Baldi menepiskan kemungkinan kalau San Juan meledak. ”Tidak ada yang akan berakhir mengambang ke permukaan karena sebuah kapal selam meledak,” katanya. (*)

(tia/Reuters/AFP/ce1/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP