
POSISI BELUM DIKETAHUI: Kapal selam ARA San Juan difoto saat meninggalkan Pelabuhan Buenos Aires, Argentina, Juni 2014.
JawaPos.com – Angkatan Laut Argentina harus benar-benar berusaha keras menemukan kapal selam ARA San Juan yang hilang sejak Rabu (15/11). Juru bicara Angkatan Laut Enrique Balbi mengatakan kalau mereka hanya punya waktu 48 jam sebelum awak kapal kehabisan oksigen.
Harapan untuk menemukan kapal selam tersebut setelah ada signal yang tertangkap kandas setelah diketahui kalau signal itu bukan berasal dari kapal yang dimaksud.
Tim pencari saat ini telah menyisir sampai 531 kilometer dari lepas pantai untuk mencari San Juan setelah terdengar suara ketukan yang dianggap sebagai signal dari kapal tersebut. Namun, setelah diselidiki oleh dua kapal pencari, San Juan tidak terlihat.
Balbi mengatakan, jika kapal tersebut muncul di permukaan atau bisa memasang snorkel untuk menarik udara segar maka ada persediaan oksigen untuk sebulan di dalam kapal. Tapi, jika kapal berada di dalam air, maka udara hanya cukup untuk seminggu.
Sedangkan kapal sudah hilang selama lima hari, artinya mereka hanya punya setidaknya persediaan oksigen selama dua hari. ”Kami sampai saat ini belum bisa menghubungi kru kapal,” katanya.
Komunikasi terakhir yang diketahui dari kru berlangsung pada Rabu. Satu panggilan melaporkan kesalahan baterai rutin, sementara rincian panggilan kedua belum diungkapkan oleh angkatan laut.
Kapal selam tersebut membawa 44 kru. Salah seorang diantaranya ada perwira s berusia 35 tahun Eliana Krawczyk, yang merupakan awak kapal selam wanita pertama di negara itu.
Pencarian udara dan laut multinasional sedang dilakukan dengan bantuan dari negara-negara termasuk Brasil, Inggris, Cile, Amerika Serikat, dan Uruguay. ”Berdasar permintaan pemerintah Argentina, Pelindung HMS telah dikirim untuk bergabung dalam usaha pencarian dan penyelamatan untuk ARA San Juan,” ujar juru bicara AL Inggris.
Sementara, Angkatan Laut AS memerintahkan Komando Penyelamatan Undersea yang berbasis di San Diego, California, untuk dikirim ke Argentina untuk mendukung pencarian kapal selam tersebut. NASA juga mengirim pesawat pengintai Pair-Poseidon Antartika.
Keluarga dna kerabat anggota kru kapal saat ini berkumpul di Pangkalan Angkatan Laut Mar del Plata dengan harapan bisa mendengar berita tentang orang yang mereka cintai. ”Kami merasa sedih. Kami berharap dan tidak akan kehilangan harapan itu bahwa mereka akan kembali,” kata Marcela Moyano, istri mekanik Hernan Rodriguez kepada jaringan televisi TN.(*)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
