
Ilustrasi penyidik KPK
JawaPos.com - Rumah Sakit (RS) Medika Permata Hijau dikabarkan menghalangi penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Karenanya, komisi antirasuah tersebut mengultimatum pihak RS tempat Ketua DPR Setya Novanto dirawat setelah mengalami kecelakaan itu.
"Pihak manajemen RS kami harapkan tidak mempersulit kerja penyidik KPK di lokasi. Sejauh ini ada informasi yang kami terima pihak-pihak tertentu tidak kooperatif," kata Febri kepada awak media, Jumat dini hari, (17/11).
Anehnya lagi, kata Febri, tidak ada dokter yang mampu menjelaskan kondisi Novanto usai mobil Toyota Fortuner yang membawanya menabrak sebuah tiang listrik.
"Di RS tidak ditemukan dokter jaga yang bertanggung jawab yang dapat menjelaskan kondisi SN," tegas dia.
Sebelumnya dikabarkan Setya Novanto mengalami kecelakaan. Dari video yang beredar di kalangan wartawan, tampak mobil berwarna hitam merk Forturner bernomor polisi B 1732 ZLO, menabrak sebuah tiang listrik. Di bagian depan mobil tersebut terlihat penyok.
Sementara itu, KPK kesulitan mencari Setya Novanto sejak semalam. Tersangka kasus korupsi e-KTP itu tidak berada di kediamannya ketika penyidik berupaya melakukan penjemputan paksa.
Hingga akhirnya, KPK meminta supaya Polri dan interpol memasukkan dia ke dalam daftar pencarian orang (DPO). Itu lantaran hingga menjelang malam, Setya Novanto tak kunjung hadir menyerahkan diri ke Gedung KPK.
Sementara itu, Sekertaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham sekitar pukul 22.35 WIB mendatangi Rumah Sakit Medika Permata Hijau, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Ia datang untuk menjenguk kondisi Setya Novanto pasca kecelakaan mobil menabrak sebuah tiang di bilangan Jakarta Selatan.
Ketua Umum Partai Golkar itu mendapat perawatan di lantai tiga ruang perawatan 322-328 RS Medika Permata Hijau.
"Saya sudah masuk ke kamar, tetapi saya tidak komunikasi karena Pak Novanto sedang tidur," kata Idrus kepada awak, Kamis (16/11).
Idrus menjelaskan, keadaan Setya Novanto saat ini terbaring lemah usai kecelakaan mobil yang ia tumpanginya sore tadi. Menurutnya ada perban dibagian tangan yang menutupi lukanya.
"Saya hanya menyaksikan ada luka, ada perban di bagian tangannya, karena (Novanto) tidur tentu saya tidak komunikasi, ada istri dan ajudannya juga tapi tidur," ungkap Idrus.
Idrus mengungkapkan, dirinya sempat bertemu dengan para penyidik KPK dan berkomunikasi sebentar terkait kedatangan para penyidik ke ruang perawatan Setya Novanto.
"Ketemu penyidik, kita salaman, terus dia mengatakan 'Pak Idrus saya datang melaksanakan tugas’,” ucap Idrus menirukan perkataan penyidik.
Meski demikian, Idrus menghormati sikap penyidik yang menyambangi langsung untuk memastikan keadaan Setya Novanto. "Tidak mungkin kan datang malam-malam begini capek kalau tidak melaksanakan tugas. Tentu kita menghormati apa yang ditentukan," pungkas Idrus.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Semen Padang vs PSPS Pekanbaru: Kabau Sirah Incar 3 Poin, Askar Bertuah Siap Bikin Kejutan!
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Prediksi Skor Kosovo vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Rekam Jejak Wadankor Brimob Irjen Victor Alexander Lateka, dari Densus 88 hingga BIN
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Skor Azerbaijan vs Lituania di Liga Nations UEFA: Milli Komanda Diprediksi Kembali Tertahan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022