
HAMPIR SETAHUN: Kereta uap di Depo Stasiun Purwosari yang akhir 2016 didatangkan dari Taman Mini Indonesia Indah terlihat belum selesai diperbaiki.
JawaPos.com - Kereta uap kuno yang didatangkan dari Taman Mini Indonesia Indah (TMII) sampai saat ini belum juga beroperasi. Padahal kereta tersebut sudah tiba di Solo sejak 17 November 2016. Saat ini masih dalam proses perbaikan di Depo Stasiun Purwosari. PT KAI Daop VI Yogyakarta yang ditunjuk untuk melakukan perbaikan juga tidak bisa memastikan kapan perbaikan kereta kuno itu selesai dilakukan.
Wakil Kepala Daops VI Ida Hidayati menjelaskan, sampai kini masih proses perbaikan. Dengan kondisi kereta yang sudah tua, alasan Ida, perbaikan juga butuh waktu yang tidak sebentar. ''Sekarang ini teman-teman sedang berusaha untuk merampungkan proses perbaikan. Kami assesment (lakukan) penilaian terkait kondisi kereta. Karena itu masuk sebagai herritage maka perbaikannya pun juga tidak seperti kereta lainnya,'' terangnya kepada JawaPos.com, Kamis (16/11).
Assesment yang mereka lakukan untuk memberikan penilaian terkait kondisi kereta uap. Termasuk kondisi onderdil yang ada di kereta tersebut. Apakah nantinya perlu diganti atau hanya dilakukan perbaikan saja. Dengan usia kereta yang sudah sangat tua keberadaan sparepart atau suku cadangnya pun juga tidak mudah didapatkan. ''Dengan assesment ini nanti akan turun RAB (rencana anggaran biaya)-nya,'' tutur Ida.
Dia tidak bisa memastikan kapan proses perbaikan selesai. Terlebih memastikan kapan kereta uap ini bisa dioperasionalkan. ''Kalau saya tidak bisa memastikannya, nanti takut salah. Yang jelas sekarang masih dalam proses perbaikan,'' ujar Ida.
Pada kesempatan yang sama, Humas Daop VI Yogyakarta Eko Budiyanto mengatakan, perbaikan kereta uap itu tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang. Mereka harus ahli dan mengerti mengenai kereta uap ini. ''Mereka yang menangani kereta uap ini orang ahli,'' kata Eko.
Sementara itu, Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo berharap kereta dari TMII itu dapat segera rampung. ''Sehingga nanti bisa menjadi cadangan untuk kereta uap Jaladara, mengingat usia Jaladara sudah cukup tua dan setiap hari masih beroperasi,'' ujar Rudy.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
