Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 12 November 2017 | 08.39 WIB

Sindir Anti-Pancasila dan NKRI, Politisi PKS Kumpulkan Ulama Ponpes

Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini saat menggelar pertemuan dengan Kyai pengurus pondok pesantren di Serang, Banten. - Image

Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini saat menggelar pertemuan dengan Kyai pengurus pondok pesantren di Serang, Banten.

JawaPos.com - Ketua Fraksi PKS DPR RI, Jazuli Juwaini, menyelenggarakan acara Silaturahim dan Dialog Kebangsaan dengan Alim Ulama dan Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) seluruh Kabupaten Serang.


Para ulama ini tergabung dalam Forum Silaturahim Pimpinan Pondok Pesantren Kabupaten Serang (FSPP) Provinsi Banten. 


Kepada JawaPos.com Jazuli menuturkan, acara ini diselenggarakan dalam rangka silaturahim sekaligus ikhtiar untuk mengokohkan khidmat dan kontribusi ulama dan pesantren bagi bangsa dan negara Indonesia.


Pasalnya, sejarah telah mencatat dengan tinta emas bahwa kemerdekaan Indonesia tidak lepas dari peran dan kontribusi ulama dan pesantren yang menggerakkan santri dan umat untuk berjuang melawan penjajah. 


“Begitu juga setelah bangsa ini merdeka kontribusi ulama dan pesantren tidak pernah jeda dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," kata Jazuli.


Anggota Komisi I ini menegaskan, begitu besar cinta ulama, santri, dan umat Islam pada negara ini sehingga tidak boleh ada pihak-pihak yang mendeskriditkan ulama, santri, dan umat Islam sebagai anti-Pancasila dan anti-NKRI


"Bagaimana mungkin kita anti-Pancasila dan anti-NKRI sedangkan para pendahulu kita, para ulama dan santri pejuang yang memerdekakan republik ini. Ada Laskar Hisbulloh, Laskar Sabilillah, dan laskar-laskar ulama-santri lainnya," kata Jazuli penuh semangat dalam orasinya.


Karena itu, lanjut politisi partai berlambang bulan sabit kembar itu, sudah selayaknya para ulama, santri serta umat Islam harus berada di garda terdepan dalam mengawal dan menjaga Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. 


"Pancasila, UUD 1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika adalah konsensus yang dirumuskan oleh tokoh bangsa termasuk tokoh umat Islam seperti KH. Wahid Hasyim (NU), Ki Bagus Hadikusumo, Kasman Singodimedjo, Abdul Kahar Muzakir (Muhammadiyah), juga ada Haji Agus Salim," kata Jazuli.


Atas seluruh catatan peran dan kontribusi di atas, Jazuli mendesak negara memberikan penghormatan dan apresiasi kepada para ulama dan pesantren dengan keberpihakan kebijakan negara serta mengokohkan perannya dalam pembangunan. 


"Kita yakin, jika ulama dan para santri ini menjadi pemimpin dalam berbagai level, Insya Allah bangsa ini akan lebih baik," pungkas Jazuli. 


Diketahui, hadir dalam acara ini Wakil Bupati Serang yang mewakili Bupati untuk meresmikan acara, Ketua FSPP, KH Endang Daruquthni, Ketua MUI Kabupaten Serang, KH. Rahmat Fathoni, Lc, Ketua NU Kabupaten Serang KH Kholil Sayuti, Ketua LPTQ Dr. HM. Sabri Fayumi, Lc, Ketua IPHI Kabupaten Serang Drs. H. Kasyiful Qurob, M.Si, serta Pimpinan Ponpes dan Ormas Islam se-Kabupaten Serang.

Editor: Administrator
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore