
Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini saat menggelar pertemuan dengan Kyai pengurus pondok pesantren di Serang, Banten.
JawaPos.com - Ketua Fraksi PKS DPR RI, Jazuli Juwaini, menyelenggarakan acara Silaturahim dan Dialog Kebangsaan dengan Alim Ulama dan Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) seluruh Kabupaten Serang.
Para ulama ini tergabung dalam Forum Silaturahim Pimpinan Pondok Pesantren Kabupaten Serang (FSPP) Provinsi Banten.
Kepada JawaPos.com Jazuli menuturkan, acara ini diselenggarakan dalam rangka silaturahim sekaligus ikhtiar untuk mengokohkan khidmat dan kontribusi ulama dan pesantren bagi bangsa dan negara Indonesia.
Pasalnya, sejarah telah mencatat dengan tinta emas bahwa kemerdekaan Indonesia tidak lepas dari peran dan kontribusi ulama dan pesantren yang menggerakkan santri dan umat untuk berjuang melawan penjajah.
“Begitu juga setelah bangsa ini merdeka kontribusi ulama dan pesantren tidak pernah jeda dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," kata Jazuli.
Anggota Komisi I ini menegaskan, begitu besar cinta ulama, santri, dan umat Islam pada negara ini sehingga tidak boleh ada pihak-pihak yang mendeskriditkan ulama, santri, dan umat Islam sebagai anti-Pancasila dan anti-NKRI.
"Bagaimana mungkin kita anti-Pancasila dan anti-NKRI sedangkan para pendahulu kita, para ulama dan santri pejuang yang memerdekakan republik ini. Ada Laskar Hisbulloh, Laskar Sabilillah, dan laskar-laskar ulama-santri lainnya," kata Jazuli penuh semangat dalam orasinya.
Karena itu, lanjut politisi partai berlambang bulan sabit kembar itu, sudah selayaknya para ulama, santri serta umat Islam harus berada di garda terdepan dalam mengawal dan menjaga Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.
"Pancasila, UUD 1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika adalah konsensus yang dirumuskan oleh tokoh bangsa termasuk tokoh umat Islam seperti KH. Wahid Hasyim (NU), Ki Bagus Hadikusumo, Kasman Singodimedjo, Abdul Kahar Muzakir (Muhammadiyah), juga ada Haji Agus Salim," kata Jazuli.
Atas seluruh catatan peran dan kontribusi di atas, Jazuli mendesak negara memberikan penghormatan dan apresiasi kepada para ulama dan pesantren dengan keberpihakan kebijakan negara serta mengokohkan perannya dalam pembangunan.
"Kita yakin, jika ulama dan para santri ini menjadi pemimpin dalam berbagai level, Insya Allah bangsa ini akan lebih baik," pungkas Jazuli.
Diketahui, hadir dalam acara ini Wakil Bupati Serang yang mewakili Bupati untuk meresmikan acara, Ketua FSPP, KH Endang Daruquthni, Ketua MUI Kabupaten Serang, KH. Rahmat Fathoni, Lc, Ketua NU Kabupaten Serang KH Kholil Sayuti, Ketua LPTQ Dr. HM. Sabri Fayumi, Lc, Ketua IPHI Kabupaten Serang Drs. H. Kasyiful Qurob, M.Si, serta Pimpinan Ponpes dan Ormas Islam se-Kabupaten Serang.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
