
Ketua DPR Novanto saat menghadiri pengadilan tipikor untuk bersaksi dalam sidang Andi Narogong terkait kasus e-KTP.
JawaPos.com - Dalam sidang lanjutan kasus korupsi, kartu tanda penduduk berbasis elektronik (e-KTP) pada Jumat (3/11) menghadirkan Ketua DPR Setya Novanto sebagai saksi.
Namun usai menjadi saksi persidangan itu, awak media dibuat kecewa karena Ketua Umum Partai Golkar ini keluar lewat pintu majelis hakim. Sehingga awak media yang sudah menunggu lama tidak mendapat mewawancari Novanto.
Menanggapi hal itu, Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Idrus Marham mengatakan, dirinya bersama dengan Setya Novanto tidak bermaksud untuk menghindari awak media. Namun kata dia pintu majelis hakim lebih cepat menuju tempat untuk salat Jumat.
Pada saat itu, ungkap Idrus sidang e-KTP diskors karena hendak melakukan ibadah salat Jumat. Sehingga lebih baik melewati tempat yang lebih dekat menuju masjid, ketimbang yang jauh.
"Jadi lewat jalan pintas dari pada mutar-mutar. Jadi kita lewat situ (pintu hakim) dan langsung turun ke bawah," ujar Idrus di DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta, Senin (6/11).
Oleh sebab itu, Idrus membantah menghindari awak media ataupun Setya Novanto mendapatkan keistimewaan keluar lewat pintu majelis hakim. "Jadi saya lihat ada yang keliru juga," katanya.
Sebelumnya, Ketua DPR Setya Novanto hadir sebagai saksi dalam perkara kasus dugaan korupsi e-KTP pada Jumat (3/11) kemarin.
Ketua Umum Partai Golkar ini menjadi saksi untuk terdakwa Andi Agustinus alias Andi Narogong, di Pengadilan Tipikor, Jakarta. Saat persidangan itu Setya Novanto juga ditemani dengan Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham.
Setelah mendengarkan kesaksiannya di Pengadilan Tipikor, awak media pun berbegas keluar supaya bisa mendapatkan konfirmasi dari mantan pria tertampan di Surabaya itu.
Namun setelah ditunggu, awak media kecewa karena Ketua Umum Partai Golkar ini tidak keluar lewat pintu biasanya. Melainkan lewat pintu yang diperuntukan untuk majelis hakim.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
