Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 7 November 2017 | 03.05 WIB

Terungkap, Ini Alasan Setnov Lewat Pintu Hakim Saat Sidang e-KTP

Ketua DPR Novanto saat menghadiri pengadilan tipikor untuk bersaksi dalam sidang Andi Narogong terkait kasus e-KTP. - Image

Ketua DPR Novanto saat menghadiri pengadilan tipikor untuk bersaksi dalam sidang Andi Narogong terkait kasus e-KTP.

JawaPos.com - Dalam sidang lanjutan kasus korupsi, kartu tanda penduduk berbasis elektronik (e-KTP) pada Jumat (3/11) menghadirkan Ketua DPR Setya Novanto sebagai saksi


Namun usai menjadi saksi persidangan itu, awak media dibuat kecewa karena Ketua Umum Partai Golkar ini keluar lewat pintu majelis hakim. Sehingga awak media yang sudah menunggu lama tidak mendapat mewawancari Novanto.


Menanggapi hal itu, Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Idrus Marham mengatakan, dirinya bersama dengan Setya Novanto tidak bermaksud untuk menghindari awak media. Namun kata dia pintu majelis hakim lebih cepat menuju tempat untuk salat Jumat.


Pada saat itu, ungkap Idrus sidang e-KTP diskors karena hendak melakukan ibadah salat Jumat. Sehingga lebih baik melewati tempat yang lebih dekat menuju masjid, ketimbang yang jauh.


"Jadi lewat jalan pintas dari pada mutar-mutar. Jadi kita lewat situ (pintu hakim) dan langsung turun ke bawah," ujar Idrus di DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta, Senin (6/11).


Oleh sebab itu, Idrus membantah menghindari awak media ataupun Setya Novanto mendapatkan keistimewaan keluar lewat pintu majelis hakim. "Jadi saya lihat ada yang keliru juga," katanya.


Sebelumnya, Ketua DPR Setya Novanto hadir sebagai saksi dalam perkara kasus dugaan korupsi e-KTP pada Jumat (3/11) kemarin. 


Ketua Umum Partai Golkar ini menjadi saksi untuk terdakwa Andi Agustinus alias Andi Narogong, di Pengadilan Tipikor, Jakarta. Saat persidangan itu Setya Novanto juga ditemani dengan Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham.


Setelah mendengarkan kesaksiannya di Pengadilan Tipikor, awak media pun berbegas keluar supaya bisa mendapatkan konfirmasi dari mantan pria tertampan di Surabaya itu.


Namun setelah ditunggu, awak media kecewa karena Ketua Umum Partai Golkar ini tidak keluar lewat pintu biasanya. Melainkan lewat pintu yang diperuntukan untuk majelis hakim.

Editor: Administrator
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore