Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 30 Oktober 2017 | 17.57 WIB

Kompetisi Penuh Misteri dan Isu Babak 8 Besar Semakin Liar

TUNGGU KEPASTIAN: PSIS Semarang dan tujuh kontestan delapan besar Liga 2 menanti kepastian jadwal. - Image

TUNGGU KEPASTIAN: PSIS Semarang dan tujuh kontestan delapan besar Liga 2 menanti kepastian jadwal.

JawaPos.com- Lebih dari dua pekan babak 16 besar Liga 2 berakhir. Hingga kini, kelanjutan kompetisi sepak bola kasta kedua di Indonesia tersebut tidak kunjung jelas. Format dan kapan dimulainya babak 8 besar masih menjadi tanda tanya besar.


PSSI sebagai penanggung jawab sepak bola tanah air tidak banyak berkomentar. Awalnya, babak 8 besar Liga 2 dijanjikan dimulai pada 20 Oktober dengan menerapkan sistem home tournament. Bahkan, lima klub sudah mengajukan diri sebagai calon tuan rumah. Yakni, Persebaya Surabaya, PSPS Riau, Persis Solo, PSMS Medan, dan Martapura FC.


Namun, agenda itu berantakan setelah PSSI menyatakan membatalkan proses open bidding tersebut. PSSI juga memutuskan pelaksanaan babak 8 besar ditunda hingga batas waktu yang belum ditentukan.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI Ratu Tisha Destria pun hanya bisa menyampaikan janji. Menurut dia, kepastian tentang format babak 8 besar Liga 2 akan diputuskan pada akhir Oktober. Pada 31 Oktober, ada pertemuan antara PSSI, PT Liga Indonesia Baru (LIB), dan perwakilan klub peserta babak 8 besar Liga 2.


’’Kami pastikan semua yang belum tuntas segera kami tuntaskan dalam rapat exco (Executive Committee PSSI, Red) pada akhir Oktober,’’ kata Tisha. ’’Kami akan membahas semua problem yang selama ini menjadi pekerjaan rumah federasi,’’ ungkap perempuan yang pernah menjadi direktur kompetisi PT LIB (Liga Indonesia Baru) itu.


Tisha mengatakan, selain soal kepastian babak 8 besar Liga 2, ada sejumlah isu yang harus segera diselesaikan PSSI. Di antaranya, masalah lisensi klub AFC (Konfederasi Sepak Bola Asia) untuk Liga 1 dan jadwal babak playoff nasional serta putaran final Liga 3.


Tidak kunjung jelasnya status babak 8 besar Liga 2 membuat isu yang berkembang di lapangan semakin liar. Menurut info yang dikumpulkan Jawa Pos Radar Mojokerto, babak 8 besar bakal dilaksanakan di tempat netral. Itu berarti tidak diselenggarakan di kota asal dari salah satu klub peserta.


Isunya, grup Y bakal digelar di Stadion Palaran, Samarinda. Grup Y terdisi atas Persebaya, PSIS Semarang, PSPS, dan Mojokerto Putra (MP). Sedangkan pertandingan di grup X berlangsung di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo. Grup X berisi Persis, PSMS, Kalteng Putra, dan Martapura FC.


Pelatih MP Redi Suprianto menyikapi rumor tersebut. Meski belum tentu benar, dia menyiapkan timnya untuk menghadapi semua kemungkinan. Termasuk jika harus menjalani babak 8 besar di Samarinda. ’’Mungkin di sana (Samarinda, Red) kita tidak terlalu banyak memforsir latihan. Sebab, tenaga masih dibutuhkan untuk pertandingan berikutnya,’’ katanya.


Bukan hanya soal adaptasi lingkungan, format pertandingan yang berlangsung dengan sistem home tournament di satu stadion cukup menguras energi pemain. Meski hanya akan melakoni tiga kali laga, jadwal yang berdekatan mau tidak mau harus diantisipasi.


Menurut Redi, jarak di antara pertarungan yang hanya sehari sangat memberatkan pemain. Tim harus jeli mengatur jadwal istirahat. ’’Anak-anak sudah kita beri motivasi untuk bisa mengatur ritme permainan dan kondisi tubuh masing-masing. Tinggal aplikasinya di sana,’’ katanya.

Editor: Administrator
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore