
Gedung Komisi Perlindungan Anak Indonesia
JawaPos.com – Kejahatan terhadap anak masih terus terjadi. Peringatan Hari Sumpah Pemuda diharapkan menjadi momentum bagi menggelorakan semangat jihad melawan kejahatan anak. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) berharap agar pemuda ikut aktif melawan kejahatan anak.
Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Susanto mengatakan, pemuda saat ini harus memiliki semangat yang sama dengan era kemerdekaan. Tentu saja, saat ini pemuda harus siap menghadapi beragam pola penjajahan baru.
’’Pemuda merupakan pelaku sejarah yang tak bisa dilupakan dari proses memerdekakan Indonesia. Dulu, peran pemuda melawan penjajah sangat gigih. Karena penjajahan tidak senafas dengan nilai-nilai kemanusiaan dan konstitusi," kata Susanto dalam keterangan tertulis, Sabtu (28/10).
Susanto mengatakan, penjajahan baru itu seperti kejahatan terorisme yang terus menyasar anak dan remaja. "Ini menu baru penjajahan di era kini. Bahkan mereka merupakan kelompok sasaran strategis yg terus diincar. Dipihak lain, ekspansi distribusi pornografi semakin serius yg menjadikan anak sebagai target," ujar Susanto.
Menurut dia, hal itu yang seringkali memicu anak sebagai pelaku penyimpangan seksual. Selain faktor disfungsi pengasuhan, minimnya kontrol sosial serta adanya kecenderungan bergesernya standar nilai-nilai etik di masyarakat.
Selain itu, kata dia, kejahatan berbasis cyber telah menjadi pilihan modus baru bagi pelaku kejahatan. Bandar narkoba tak lagi menggunakan pola-pola manual dalam perdagangan narkotika, namun strateginya bergeser menggunakan pendekatan teknologi.
"Pergerakan ini semakin menyulitkan orang sekitar anak, dalam memantau sindikat ini. Untuk kelompok orang tua tertentu modus ini tentu menjadikan orang tua semakin kuwalahan memastikan anak agar tak terpapar narkotika, apalagi seringkali modusnya sangat rapih," paparnya.
Tak hanya itu, eksploitasi anak untuk kepentingan ekonomi juga masih cukup serius. Terbaru ada dugaan pabrik petasan di tengerang menghebohkan publik. Pabrik itu diduga melibatkan anak bekerja di sektor berbahaya dengan gaji rendah dan target tinggi.
"Pemuda tak boleh kalah dengan pelaku kejahatan anak. Pencegahan harus menjadi gerakan kolektif pemuda. Penanganan kasus anak harus menjadi panggilan jiwa pemuda. Maka, cegah dengan cara yang jitu, agar anak indonesia terselamatkan dari paparan kejahatan," pungkasnya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
