
Kasi Perencanaan dan Kajian Dampak Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kabupaten Tasikmalaya Farhan Fuadi mengambil sampel air panas, Rabu (25/10).
JawaPos.com – Warga dihebohkan dengan semburan lumpur dan air panas di lahan milik Makmur Maulana (51), warga Kampung Sindangsari Desa Cigunung Kecamatan Parungponteng Kabupaten Tasikmalaya. Pada hari ketiga, kemarin (25/10), bau belerang mulai tercium menyengat di lokasi.
Makmur menjelaskan, aroma bau belerang tercium sangat kuat, kemarin. Air yang keluar pun cukup panas. Tidak lagi bercampur dengan lumpur. Debit air yang keluar di hari ketiga masih sama dengan hari pertama. Kadang naik dan turun. “Kalau hari pertama bau belerang tidak begitu kuat. Beda dengan sekarang sangat tercium,” terangnya.
Walaupun air panas terus keluar dan mengalir ke selokan, kata dia, sejauh ini tidak ada dampak pencemaran terhadap sumur warga yang berada di sekitar titik semburan. Kolam ikan yang diairi dari selokan pembuangan air panas tersebut juga tidak tercemar.
“Saya pantau tidak ada dampak juga kepada kolam ikan warga. Karena memang kalau musim kemarau selokan ini kadang mengeluarkan air panas juga,” paparnya dilansir Radar Tasikmlaya (Jawa Pos Group).
Kasi Perencanaan dan Kajian Dampak Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kabupaten Tasikmalaya Farhan Fuadi menerangkan saat ini pihaknya melakukan pengukuran PH atau kadar air yang keluar dari semburan tersebut. “Ya kita akan periksa dulu kadar airnya seperti apa,” terangnya.
Secara kasat mata, kata dia, fenomena semubran itu hanya sebatas air hangat saja yang bercampur dengan belerang. Karena memang lokasinya merupakan alur magmatis. Bahkan di beberapa titik di Parungponteng juga ada sumber air panas yang dimanfaatkan warga untuk pemandian air panas. “Suhu air panas yang keluar mencapai 80 derajat,” ucapnya.
Selain kadar air, LH juga akan melakukan pemeriksaan udara. Sejauh ini memang sudah tercium aroma dari belerang yang sangat kuat. Namun belum bisa dipastikan kadar airnya seperti apa.
Pantauan Radar, hari ketiga semburan lumpur panas menjadi tontonan warga baik yang berasal dari Kecamatan Parungponteng maupun luar kecamatan. Bahkan ada beberapa warga yang sengaja mengambil air menggunakan botol plastik untuk dibawa ke rumah. Seperti yang dilakukan oleh Fadli (72), warga setempat. “
Ya biasanya kalau air panas bisa untuk mengobati yang gatal. Jadi penasaran saya ngambil saja tadi,” katanya.
Tidak hanya mengambil untuk dibawa, banyak warga juga yang mengambil air menggunakan ember dan merendamkan kakinya ke dalam ember tersebut. “Enak untuk yang gatal-gatal. Bahkan yang pegal-pegal juga enak tidak terlalu panas cukup untuk merendam kaki,” papar Ade Rengganis (37), warga sekitar lokasi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Bali United FC vs Sabah FC di Dewata Challenge Series 2026: Serdadu Tridatu Berpesta!
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kasus Penjahit Rasis Bali Kembali Diperbincangkan, Diduga Ada Intimidasi Saat Audiensi
Prediksi Skor Sabah FC vs Persib Bandung: Pangeran Biru Bidik Puncak Dewata Challenge Series 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
15 Kata Cristiano Ronaldo ke Lionel Messi Setelah sang Ayah Meninggal Dunia
Biaya Nany Widjaja untuk Lobi Pembelian Tanah Rp 50 M, Harga Tanah Hanya Rp 30 M
Bentrokan di USS Abraham Lincoln: 7 Prajurit Dilaporkan Tewas di Tengah Perang dengan Iran
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
