
Suasana Konferensi Pers Bapeten di Gedung Grand Sahid Jaya Rabu (25/10)
JawaPos.com - Aksi terorisme di Indonesia harus lebih diwaspadai menyusul terungkapnya upaya serangan teror menggunakan bahan baku nuklir yang direncanakan kelompok teroris Bandung.
Hal ini diungkapkan Kepala Badan Pengawas Tenaga Nuklir Jazi Eko Istiyanto, dalam acara Konferensi Pers Mengenai Informasi Pengawasan (Korinwas) Bapeten, Pengembangan dan Penguatan Sistem Keamanan Nuklir Nasional Sebagai Upaya Proaktif Pelaksanaan Nawa Cita, di Gedung Grand Sahid Jaya Jakarta, Rabu (25/10).
Menurut Istiyanto, saat ini beberapa kelompok teroris sudah mengerti tentang unsur thorium atau nuklir hijau. "Kami khawatirkan, teroris terus belajar dan mempelajari bahan baku tenaga nuklir itu untuk dijadikan senjata mematikan. Memang jumlahnya tidak banyak ya. Jadi nanti dia dengan berjalannya waktu mereka pasti belajar. Nah itu kita harus waspada," kata Istiyanto.
Lebih jauh Istiyanto menjelaskan, bahaya yang dihasilkan thorium bukan berasal dari daya ledak yang dapat menghancurkan fisik, akan tetapi efek dari penggunaan thorium yang dapat memicu munculnya zat radioaktif.
"Kami hanya mengajak untuk awareness saja. Karena kan sudah ada badan yang berkompeten. Ada dari Gegana, kemudian saja BNPT. Kami sifatnya menyadarkan kepada publik bahwa ada ancaman ini nyata," ujar Istiyanto mengingatkan.
Karenanya, Istiyanto ikut mengingatkan pemerintah utamanya aparat keamanan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman serangan teror yang menggunakan senjata berbahan baku nuklir ini.
Terkait peran Bapeten, Istiyanto menjelaskan, berdasarkan Undang-undang Nomor 10 Tahun 1997 tentang Ketenaganukliran, pihaknya bertanggungjawab untuk menjalankan fungsi pengawasan pemanfaatan tenaga nuklir di Tanah Air.
"Salah satu tugas yang kami emban yaitu menjamin keselamatan masyarakat dan perlindungan terhadap lingkungan hidup dari potensi bahaya radiasi nuklir. Keamanan nuklir nasional merupakan elemen melekat dan tidak terpisahkan dari keamanan nasional," pungkasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
