Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 17 Oktober 2017 | 21.23 WIB

Pembelaan Anak Buah Prabowo soal Pidato "Pribumi" Anies Baswedan

Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan - Image

Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

JawaPos.com - Pidato perdana Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan rupanya mengundang reaksi publik. ‎Mereka menganggap Anies Baswedan rasis karena pidatonya mengucapkan pribumi.


Ketua DPP Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Desmond Mahesa mengatakan, apa yang disampaikan Anies Baswedan tidak menyudutkan suatu kaum atau golongan. Oleh sebab itu, publik jangan terlalu jauh menerjemahkan kalimat pribumi ini.


"Ya jangan terlalu jauh (publik) menerjemahkannya karena tidak ada maksud untuk mendiskreditkan dan mempertajam perbedaan pribumi dan nonpribumi," ujar Desmond saat ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (17/10).


Wakil Ketua Komisi III DPR ini menuturkan, Anies Baswedan sudah pasti tidak ingin menyudutkan suatu golongan. Sebab, dari latar belakangnya, Anies Baswedan juga bukan pribumi, melainkan warga keturunan Arab Saudi.


"Kalau bicara pribumi dan nonpribumi memangnya Anies Baswedan pribumi? Tidak kan, dia (Anies Baswedan) Arab gitu, loh," kata Desmond Mahesa.


Oleh sebab itu, bila tujuan Anies Baswedan untuk mendiskreditkan suatu golongan, maka mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) ini sama saja tidak berkaca pada dirinya sendiri.


"Jadi kalau itu yang diumumkan dia, menurut saya dia (Anies Baswedan) tidak sadar," pungkasnya.


‎Sebelumnya, pidato perdana Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balai Kota, Senin (16/10/2017), menjadi sorotan publik. Dalam pidato tersebut, ada penyebutkan kata 'pribumi' yang ternyata membuat risih sejumlah pengguna dunia maya alias netizen.


Penyebutan kata tersebut berawal ketika Anies mengungkit sejarah ketika perjuangan Indonesia melawan kolonialisme. Dalam pidato Anies berlangsung 22 menit ini ada kata 'pribumi ditindas'. Di mana Anies mengatakan bahwa dulu pribumi ditindas dan dikalahkan.


"Rakyat pribumi ditindas dan dikalahkan oleh kolonialisme. Kini telah merdeka, saatnya kita jadi tuan rumah di negeri sendiri. Jangan sampai terjadi di Jakarta ini apa yang dituliskan dalam pepatah Madura, 'Itik se atellor, ajam se ngeremme', Itik yang bertelur, ayam yang mengerami," ujar Anies dalam pidatonya.

Editor: Administrator
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore