
Presiden Jok Widodo bersama Dahlan Iskan di Gedung Graha Pena Jawa Pos, kemarin (8/10). Tampak di belakang adalah mobil listrik Selo karya imuwan Indonesia, Ricky Elson.
JawaPos.com - Presiden Joko Widodo berbicara banyak soal inovasi-inovasi anak bangsa saat berkunjung ke kantor Jawa Pos di Graha Pena, Surabaya, Minggu malam (8/10). Salah satuny adalah soal mobil listrik.
"Saya senang sekali ada mobil listrik. Motor listrik," ungkapnya di depan para direksi dan pimpinan Jawa Pos Grup.
Jokowi ingin mobil listrik terus dikembangkan sehingga ke depan bisa bersaing dengan yang lain.
"Kita penginnya inovasi-inovasi seperti itu (mobil listrik, red) terus didorong menjadi prototipe yang benar dan bisa diindustrikan," tegas mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut.
Menurutnya, beberapa negara lain sudah mengerahkan fokus industri otomotif kepada mobil listrik. Oleh sebab itu, Indonesia juga harus siap menghadapi tantangan tersebut.
"Brand dan principle dari kita sendiri. Karena ke depan pertarungannya, saya pastikan di mobil listrik," tambahnya.
Saat ditanya apakah sudah ada rencana pembangunan pabrik mobil listrik di Indonesia, Presiden yang suka nge-vlog itu mengaku masih belum.
Dia masih ingin mendiskusikan hal tersebut dengan ahlinya. "Nanti saya bicara banyak dengan Pak Dahlan dan Menteri Perindustrian," sebutnya.
Jokowi sendiri sempat diajak Dahlan Iskan melihat mobil listrik Selo karya Ricky Elson dan tim Kupu-kupu Malam Jogjakarta. Dia juga berdiri sekitar beberapa menit di dekat tiga motor listrik TakeRun yang dirakit siswa SMK Takeran, Magetan; DI Molik, motor listrik karya Dahlan Iskan bersama Duta Jaya Mobil dan Himpunan Bengkel Binaan YDBA Jatim; dan motor buah karya ITS, Gesits. Mimik mukanya terlihat antusias saat berbincang dengan Dahlan.
Ruwetnya birokrasi menjadi kendala bagi perkembangan inovasi di Indonesia. Jokowi menyadari hal itu.
Kendala birokrasi itu juga disampaikan oleh Dahlan kepada Jokowi. Mantan Menteri BUMN itu memaparkan hambatan inovator dalam negeri yang sedang dibinanya.
Misalnya saja, kata Dahlan, soal rancangan reaktor nuklir di Indonesia yang kemungkinan sulit untuk mendapatkan izin.
Pria yang terkenal dengan jargon "Kerja, kerja, kerja" itu juga menyampaikan inovasi tenaga torium untuk sterilisasi.
Selama ini sterilisasi selalu dilakukan di Cikarang. "Barang-barang di Jatim dibawa ke Cikarang dulu untuk sterilisasi. Ini ruwet sekali dan saya tahu Pak Presiden benci sekali dengan keruwetan," pungkas dia.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
