Jumat, 15 Dec 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Health Issues

Insomnia? Bisa jadi Kamu Cemas akan Sesuatu

| editor : 

Insomnia

Ilustrasi insomnia (Pixabay)

JawaPos.com - Bila dulu insomnia identik dengan para lansia, maka sekarang semua usia dirundung insomnia dengan mudahnya.

Spesialis kejiwaan dr Yunias SpKJ mengatakan, para remaja turut menyumbang angka keadian insomnia yang semakin bertambah.

Para remaja tersebut, lanjut Yunias, kebanyakan mengidap intermediate insomnia. Jadi, mereka sering terbangun selama tidurnya. Dan pada jenis ini, penderita mempunyai kecemasan terhadap sesuatu.

’’Biasanya, setelah dilakukan konseling, baru diketahui bahwa para remaja sekarang banyak yang menderita kecemasan karena tekanan eksternal dari banyak pihak. Misalnya saja perlakuan orang tua yang menuntut banyak hal dari mereka. Sebenarnya hal tersebut baik, karena orang tua menginginkan anaknya yang berprestasi dan perilaku yang baik. Hanya saja cara orang tua dalam menyampaikannya kurang tepat,’’ lanjut Yunias.

Karena, di sisi lain terlalu gampang memanjakan anak dengan pemberian gadget-gadget mahal. Namun di sisi lain tuntutan menjadi sempurna juga digencarkan. ’’Ini akibatnya dari serba berlebihan itu,’’ imbuhnya.

Dihadapkan dengan kondisi seperti itu, secara psikis anak akan membutuhkan lingkungan yang penuh dukungan untuk belajar. Sedangkan di sekolah, persaingan dan situasi pergaulan high class cenderung tidak kondusif.

Kecuali sang anak mempunyai kepribadian yang matang. Bila tidak, rumah pun menjadi satu-satunya harapan akan dukungan penuh, bukan berupa tekanan dari keluarga. ’’Jadi yang timbul miss komunikasi. Apalagi remaja itu sangat sensitive,’’ ungkapnya.

Nah bila tidak, kecemasan-kecemasan menjadi gampang timbul. Hal tersebut menimbulkan insomnia. Dan untuk remaja, mereka biasanya datang dalam kondisi soft term insomnia, yang berarti insomnia yang masih diderita dalam waktu kurang dari tiga minggu.

Dan bila sudah menjadi insomnia. Kualitas hidup para remaja menjadi menurun. Tanda-tandanya, prestasi belajar yang semakin menurun dan menjadi sering ngantuk pada jam-jam produktif. (*)

(ina/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP