Minggu, 22 Oct 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Nasional

Pendiri Nikahsirri.com: Anak perempuan Aset Untuk Keluar Kemiskinan

| editor : 

nikah siri, nikahsirri.com, lelang perawan, pendiri nikahsirri.com, aris wahyudi

Aris Wahyudi saat ditemui di rumahnya, Bekasi, Jawa Barat (HENDRA EKA/JAWA POS)

JawaPos.com - Sejak kemunculannya, situs nikahsirri.com langsung menjadi perhatian masyarakat. Terutama para netizen di media sosial. Bukan karena prestasinya, laman itu eksis justru karena kontroversinya karena menawarkan lelang perawan kepada laki-laki berduit yang menginginkan nikah siri.

Lalu, bagaimana bisa ide dari situs kontroversi ini muncul? Aris Wahyudi, pendiri nikahsirri.com membagikan ceritanya kepada pembaca setia JawaPos.com, Sabtu (23/9) siang di rumahnya, Bekasi.

Pria asal Cilacap, 49 tahun silam itu mengungkapkan, ide pembuatan situs nikahsirri.com berawal dari keprihatinannya terhadap kemiskinan. Dia lantas berpikir keras, bagaimana bisa membantu orang-orang yang berada di garis kemiskinan untuk mendapat hidup lebih baik.

Lantas, muncullah ide membuat nikahsirri.com. Menurutnya, melalui media sosial besutannya itu, keluarga yang kurang mampu dapat menggunakan asetnya. Yakni, anak perempuan mereka sebagai pemasukan untuk keluarga melalui sebuah lelang (yang katanya) halal.

"Idenya muncul karena kita ingin membuat sebuah program pengentasan kemiskinan dengan konsep kemandirian menggunakan aset yang dimiliki masing-masing keluarga kurang mampu itu," kata Aris kepada JawaPos.com.

Bapak tiga anak itu, bersama rekannya terinspirasi dengan sejarah zaman penjajahan Belanda dulu. Saat itu, tradisi lelang perawan begitu marak dan dikenal. Kalau istilah Jawanya, budaya itu disebut dengan buka kelambu.

"Kita juga belajar dari sejarah bahwa zaman dahulu ada budaya buka kelambu. Sebenernya lelang perawan juga. Terjadi kalau nonton film sang penari," jelas dia.

Lebih lanjut dia menjelaskan, pola lelang perawan disebutnya masih terjadi di Jawa Tengah. Tentu saja, dengan cara yang lebih tertutup. ’’Dari Zaman Belanda sampai sekarang, di Jawa Tengah masih sering terjadi. Di Banyumas tepatnya," tambahnya.

Atas dasar itulah, dirinya akhirnya meneguhkan pendirian untuk tetap menjalankan niatnya dalam mendirikan nikahsirri.com. Tujuannya? untuk mengangkat kembali budaya masa lalu itu. 

"Kemudian saya berpikir dengan rekan-rekan, sebenernya kita mengangkat kembali budaya Indonesia. Yaitu, budaya lelang perawan yang istilahnya itu buka kelambu," pungkasnya.

(cr4/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP