Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 22 September 2017 | 16.01 WIB

Pandangan Hanung Bramantyo Soal Pemutaran Kembali Film G30S/PKI

Hanung Bramantyo - Image

Hanung Bramantyo

JawaPos.com - Sutradara kenamaan, Hanung Bramantyo memberi komentar terkait pemutaran kembali film G30S/PKI. Lewat akun Twitter, dia menjabarkan pandangannya terkait film garapan Arifin C. Noer itu.


"Lagi rame polemik Film G30S/PKI yg mau ditayangkan lagi di TV. Hmm menarik. Komentar ah! Film G30S/PKI dibuat sutradara Arifin C Noor. Serius banget bikinnya dan estetik. Soal akurat ato tidak itu urusan lain,” tulis Hanung Bramantyo pada awal kultwit yang dibuatnya.


"Namanya juga film saya ngefans bgt ama Film G30S karena unsur sinematik di dalamnya sangat kaya dan cerdas. Aktor2 yg memerankan sangat meyakinkan. Kalo tujuan Film G30S diputar lagi biar penonton paham peristiwa sebenarnya di malam 30 sept 65. Menurut saya kok gak tepat yah,” sambungnya.


Pada lanjutan tulisannya, suami Zaskia Adya Mecca itu menguraikan pandangan terkait film yang menurutnya merupakan realitas yang diciptakan.


Berikut pendapat Hanung Bramantyo terkait film G30S/PKI;


1. Film adalah Realitas yang diciptakan. BUKAN realitas sebenarnya. Dia diciptakan oleh Producer-Sutradara-Penulis Skenario.


2. Sejak awal penemuannya Film selain diyakin sebagai temuan teknologi juga diyakini sebagai SENI MENGELABUHI (Trick) penonton.


3. Tengok Link ini https://youtu.be/R0jm6j3s_uE atau.


4. Sebagai Realitas yang diciptakan, Film harus Subyektif. Siapa Jagoan (protagonis) dan Lawan (Antagonis) harus terbaca jelas oleh penonton.


5. Jagoan atau Lawan bisa perseorangan atau kelompok. Seperti Avenger, Three Musketer, dan sebagainya. Demikian halnya dengan Lawan.


6. Film disebut Realitas yang Subyektif juga terlihat dari begaimana dia membingkai peristiwa (Framing).


7. Kehidupan (Realitas ) yang tersaji dalam banyak peristiwa tersebut dipilih sesuai dengan VISI Eksekutif Producer dengan tujuan tertentu.


8. Tujuan tertentu itu bisa murni bisnis, atau membentuk opini tertentu. Seperti yang dilakukan Hitler atau Jepang dengan film-film Propagandanya


9. Eksekutif Producer kemudian meminta Producer untuk merealisasikan VISINYA. Mengemasnya secara kreatif dan entertaining.


10. Producer lalu memilih Penulis Skenario untuk menuliskan Visi dari eksekutif producer tsb, lalu di HIDUP kan oleh Sutradara ke layar.

Editor: Administrator
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore