
Kegembiraan para pemain Persibangga tak akan muncul di Liga 2. Mereka dipastikan terdegradasi ke Liga 3
JawaPos.com - Klub asal Purbalingga, Persibangga, dipastikan turun kasta alias terdegradasi ke Liga 3. Itu setelah mereka kalah 0-1 dari PSCS Cilacap dalam lanjutan Liga 2 Grup 3.
Imam Slamet Riyadi, tokoh sepak bola di Kabupaten Purbalingga. Dia menilai, pelatih Persibangga, Ahmad Muhariah terlalu berani berspekulasi dalam laga krusial melawan PSCS.
"Seharusnya dalam pertandingan krusial yang menentukan, pelatih harus menurunkan tim terbaik," ujarnya seperti dilansir Radar Banyumas (Jawa Pos Group).
Dia mengambil contoh keberanian Ahmad Muhariah memasang striker muda minim pengalaman Yasril Rahmadwan yang dianggap sebagai titik lemah Persibangga. "Bolehlah memasang Yasril, kalau alasannya stok pemain terbatas. Tapi untuk memainkan Yasril selama 90 menit, terlihat sangat memaksa. Bisa dilihat sendiri di lapangan, Yasril bermain tidak maksimal," imbuhnya.
Seharusnya, menurut Imam, Ahmad Muhariah memasang Anggi Prabowo yang dari kemampuan dan kecepatan jauh lebih baik dibandingkan Yasril. Anggi sendiri baru dimasukkan pada akhir babak kedua.
Sebenarnya andai berhasil menang atas PSCS, Persibangga masih membuka peluang lolos dari jerat degradasi atau minimal lepas dari posisi juru kunci. Sebab, andai menang koleksi poin Persibangga menjadi 10 dari poin maksimal yang bisa diraih 16.
Dengan 16 poin masih bisa masuk ke babak play-off, dengan catatan tim yang berada di posisi di atas Persibangga juga gagal memetik poin maksimal. Selain itu jika berhasil mengumpulkan 16 poin, Persibangga juga bisa lepas dari posisi juru kunci.
Sementara itu, Ahmad Muhariah berkilah hal itu dilakukan untuk memberikan jam terbang kepada pemain muda. Selain itu, stok pemain Persibangga juga pas-pasan. Sehingga akhirnya dia memilih Yasril menjadi pemain inti.
Asisten pelatih Sigit Pratama sepakat dengan yang diungkapkan Ahmad Muhariah. Apalagi kondisi Anggi menurutnya tidak fit 100 persen. Anggi akhirnya diturunkan di menit terakhir babak kedua.
"Harapannya Yasril mampu menjadi pemantul bola di depan, untuk membuka ruang bagi Saptono. Tetapi ternyata tidak jalan," ujarnya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
