
Sean Rogan dan Jahed Choudhury
JawaPos.com - Jahed Choudhury adalah keturunan Bangladesh yang tinggal di Inggris. Meski tinggal di negara liberal, lelaki 24 tahun itu tidak pernah merasa aman. Pasalnya, dia mengaku sebagai Muslim yang tumbuh sebagai lelaki yang menyukai sesama jenis. Dan, dalam agama Islam jelas melarang pasangan sejenis.
Dua tahun yang lalu, Jahed tidak kuat lagi. Bertubi-tubi bully sudah dihadapinya. Keluarga bahkan memintanya mengikuti treatmen untuk mengubah orientasi seksualnya tersebut. Tetapi semua itu tidak ada guna.
Suatu hari dia memutuskan untuk mengakhiri hidupnya. Sebelum melakukan itu, Jahed menangis di salah satu bangku taman di Darlaston, West Midlands, Inggris. Adalah Sean Rogan yang mendekatinya dan berusaha menenangkan Jahed.
Sekarang, dua tahun kemudian, mereka menikah. Tidak mudah memang karena bila sebelumnya hanya Jahed yang menerima bully, kini Sean pun mendapatkannya. Bukan hanya cacian, keduanya pun sering mendapatkan ancaman pembunuhan.
Namun mereka bertahan. Menggunakan busana tradisional Bangladesh, keduanya menikah secara sipil di Inggris. Keduanya mengklaim kalau itu adalah pernikahan terbuka gay Muslim pertama di negeri Ratu Elizabeth tersebut. Menikah secara agama jelas tidak mungkin karena Islam melarang. ”Saya ingin menunjukkan kalau Anda bisa menjadi Muslim dan gay,” kata Jahed.
Jahed tumbuh di keluarga Muslim Bangladesh bersama orang tua dan tiga saudara kandungnya. ”Dia (Sean, Red) datang saat saya berada di titik terendah saya.” ulasnya. Dikatakan Jahed, dia tidak pernah suka bersosialisasi. Dia lebih memilih tinggal di rumah dan menonton TV. Tetapi, rumah pun membuatnya seolah terperangkap.
”Saya pindah ke beberapa sekolah. Mereka akan meludahi saya, melemparkan sampah kepada saya, memanggil saya babi dan orang Muslim akan berteriak haram bila bertemu saya,” paparnya. Dia pernah mencoba mengubah oritentasi seksualnya dengan memiliki kekasih perempuan. Tetapi tidak berhasil.
Ejekan kepadanya semakin lama semakin meningkat. Bila keluar rumah, dia akan dihina dan rumahnya jadi sasaran vandalisme dengan tulisan kasar. Bahkan, masjid yang biasa didatanginya pun melarangnya untuk masuk. ”Saya hendak bunuh diri sebelum bertemu Sean.” (dailymail/tia/JPK)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Semen Padang vs PSPS Pekanbaru: Kabau Sirah Incar 3 Poin, Askar Bertuah Siap Bikin Kejutan!
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Prediksi Skor Kosovo vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Rekam Jejak Wadankor Brimob Irjen Victor Alexander Lateka, dari Densus 88 hingga BIN
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Skor Azerbaijan vs Lituania di Liga Nations UEFA: Milli Komanda Diprediksi Kembali Tertahan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022