Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 1 Juli 2017 | 19.33 WIB

Sebelum Bayinya Diculik, Si Ibu Sempat Tawarkan ke Pelaku untuk Diadopsi

Riana (kiri)  mengendong dan memberikan susu kepada bayinya Reynard Hisaj korban penculikan saat ekpos di Mapolresta Barelang, Jumat (30/6). - Image

Riana (kiri) mengendong dan memberikan susu kepada bayinya Reynard Hisaj korban penculikan saat ekpos di Mapolresta Barelang, Jumat (30/6).

JawaPos.com - Riana, ibu dari Reynard Hisaj, bayi berusia 15 hari yang jadi korban penculikan menyebut, sebelum terjadinya penculikan dirinya sering berkomunikasi dengan Intania alias Inke (25).


Sebelum Ike menculik bayinya di indekos Perumahan Hang Kestury Blok E nomor 5, Batamkota, Kamis (29/6) lalu, Riana sempat berencana akan memberikan Inke.


"Iya, tapi saat itu ada masalah dengan suami saya. Tapi setelah itu kami baikan lagi, saat dia (Inke,red) datang ke kosan. Saya tak berniat lagi kasih bayinya," ungkap Riana seperti dilansir Batam Pos (Jawa Pos Group), Sabtu (1/7).


Setelah kejadian penculikan itu, Riana langsung berkoordinasi dengan ibu kosnya dan sekuriti perumahan Hang Kesturi. Lalu melaporkan kasus ini ke Polsek Batam Kota.


Sementara itu, Kapolda Kepri Irjen Sam Budigusdian mengatakan, pihaknya masih mendalami kejadian ini. Terkait apakah Riana mau menjual bayi tersebut lagi atau memang untuk diadopsi.


Dikatakan Sam, dari pengakuan Inke, dia berniat hanya mengadopsi. "Pengakuannya seperti itu, nanti akan dikembangkan lagi," ujarnya.


Dijelaskannya, kronologis penangkapan ini bermula dari penyelidikan petugas terhadap CCTV KFC Botania. Dari rekaman CCTV itu, wajah Inke terekam dan langsung dilakukan pengembangan.


"Pelaku mendatangi rumah korban dengan membawa dua kotak KFC dan plastik yang bertuliskan Robinson. Wajah pelaku terekam dan kita konfirmasi sama ibu korban, memang benar itu pelakunya," ujar Sam.


Mendapati wajah pelaku, selanjutnya penyidik melacak keberadaan pelaku dan diketahui pelaku pada saat itu sedang berada di kawasan Baloi. Namun, di Baloi, pelaku sudah tidak berada di lokasi.


"Kita sambil melakukan phreaking, posisi terakhir dia mematikan handphonenya di Baloi. Sehingga kami tunggu handphone pelaku hidup kembali," ujarnya.


Sembari menunggu ponsel pelaku aktif, polisi menyisir di kawasan Batamcenter dan mendapat informasi bahwa ada seorang wanita di Rusun BP Kabil yang membawa anak kecil, sesuai dengan ciri-ciri yang dicari. "Dari situ, kemudian pelaku ditangkap pada pukul 17.00 WIB di rumahnya yang berada di Rusun BP Kabil blok J nomor 12, Nongsa. Selanjutnya, pelaku bersama dengan Bayi kita bawa ke Polsek Batamkota" tuturnya.


Jenderal berbintang dua ini menambahkan, selanjutnya penyidik akan melakukan penyelidikan lebih mendalam. Sebab, penyidik ingin mengatahui, apakah bayi itu akan diperdagangkan kembali atau pelaku hanya berniat untuk mendadopsinya. "Pengakuannya dia sempat mengalami keguguran sehingga ingin mendadopsi anak. Penyidik selanjutnya kan mengecek pengakuannya itu," tandas Sam. (cr1/ska/iil/JPG)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore