Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 27 Februari 2017 | 00.49 WIB

Nekat Lewat Jalur Maut, Bus Rombongan Siswa SD Sidoarjo Nyemplung Jurang, 6 Tewas

Bus yang mengangkut rombongan wisata siswa SDN Jimbaran Wetan, Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo, Jawa Timur nyemplung di jurang Jalur Magetang-Tawangmangu, Minggu (26/2). - Image

Bus yang mengangkut rombongan wisata siswa SDN Jimbaran Wetan, Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo, Jawa Timur nyemplung di jurang Jalur Magetang-Tawangmangu, Minggu (26/2).

JawaPos.com – Kecelakaan maut kembali terjadi di Jalur Magetang-Tawangmangu, tepatnya di Banaran, Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, Karanganyar, Miggu pagi (26/2). Bus PO Solaris Jaya nomor polisi K 1677 PB yang membawa rombongan wisata siswa SDN Jimbaran Wetan, Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo, Jawa Timur terjun ke jurang sedalam sekitar 10 meter. Akibatnya, enam penumpang tewas.



Rinciannya, dua penumpang tewas di lokasi dan empat penumpang tewas dalam perjalanan ke Puskesmas Tawangmangu. Selain itu tujuh penumpang luka berat, dan sisanya luka ringan.



Kecelakaan terjadi sekitar pukul 10.30 WIB. Bus yang dikemudikan oleh Suyitno itu membawa rombongan SDN Jimbaran Wetan, Sidoarjo. Sedianya akan berwisata ke Tawangmangu untuk acara perpisahan kepala sekolah Puji Haryanto, 60 (salah satu korban tewas). 



Namun nahas, bus tersebut terperosok ke jurang setelah keluar jalur turunan tajam di jalur tembus lama. Jalur itu merupakan jalur maut karena kecuramannya mencapai sekitar 35 derajat.



Sri Ginah, 50 salah satu warga RT 2 RW 1 Banaran menceritakan, bus itu sempat menabrak tiang listrik di pinggir jalan lalu terjun ke jurang Sungai Banaran sedalam 10 meter. Warga setempat berusaha menyelamatkan korban selamat, meski medannya cukup sulit.



”Saya dengar suara benturan cukup kencang. Kemudian ada teriakan orang minta tolong,” kata Sri.



Seluruh korban dilarikan ke Puskesmas Tawangmangu, termasuk enam korban meninggal. Sementara sopir diamankan Polsek Tawangmangu. 



Adapun enam korban meninggal tersebut adalah Suwandi, 54 warga Wonokasian Rt 06 Rw 02 Wonoayu Sidoharjo, Jatim; Ica Susilowati, 23 (anak Suwandi); Ria Resbara, Sidoarjo; Zuhro, warga Ketimang Rt 07 Rw 02 Wonoayu Sidoarjo; Puji Haryanto, 60 warga Padangan Rt 07 Rw 03 Tulangan, Sidoarjo; dan Ega, Sidoarjo. Di antara korban tewas itu terdapat beberapa siswa SD.



Sementara tujuh korban luka berat dirujuk ke RSUD Karanganyar. Sebagian korban luka ringan masih di Puskemas Tawangmangu.



Ditambahkan Sri, seorang anak salah satu korban selamat berhasil keluar dari bus. Sementara kebanyakan korban meninggal karena terjepit kursi dan badan bus. 



Kondisi terakhir bus itu terbalik dan tersangkut di lereng sungai. Seluruh barang bawaan korban jatuh ke sungai. Tak ayal, ada beberapa penumpang selamat yang sulit menghubungi keluarganya. ”Anak itu teriak-teriak memanggil papanya. Dia keluar sendiri dari dalam bus. Saya sampai tidak tega,” jelasnya.



Rombongan tersebut baru saja berwisata di Telaga Sarangan, Magetan dan akan menuju ke Grojogan Sewu. Mereka mengikuti acara perpisahan Kepala Sekolah SDN Jimbaran Wetan, Puji Haryanto yang akan purna tugas.



”Iya ini acara perpisahan suami saya. Ada guru-guru dan mantan guru SDN Jimbaran Wetan yang diajak,” kata Farida Ismaniyah, 50, istri Puji kepada Radar Solo. (adi)

Editor: Thomas Kukuh
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore