Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 12 Januari 2017 | 10.00 WIB

Pengasuh Ponpes Asal Indonesia Dideportasi dari Malaysia, Terkait ISIS?

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com - Ridce Elfi Hendra (36), pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Hadist Adwa As Sunnah di Kabupaten Agam, Sumbar dideportasi Imigrasi Malaysia. Penolakan Ridce Elfi Hendra oleh migrasi dengan alasan ditemukannya gambar bendera ISIS di dalam handphonenya.


Hal itu dibenarkan oleh Kapolsek Tilatang Kamang AKP Ali Umar. Namun demikian, saat ini Ridce Elfi Hendra kendati telah pulang ke tanah air, tapi dia masih tertahan di Batam, karena menjalani pemeriksaan oleh aparat keamanan.


“Tadi kita sudah memintai keterangan dari beberapa orang guru pondok pesantren. Namun, untuk informasi pasti tentulah kita tahunya dari yang bersangkutan. Sementara ini yang bersangkutan masih berada di Batam dan dalam pemeriksaan pihak keamanan Indonesia. Jika seandainya nanti sampai di sini, kita tentu juga akan memintai keterangan pastinya,” sebut AKP Ali Umar yang dilansir Padang Ekspres (Jawa Pos Group), Kamis (12/1)


Menurut Ali Umar, Ridwan sebelumnya berencana pergi berobat ke Malaysia. Dia berangkat ditemani oleh beberapa guru dan santri Ponpes Darul Hadist Adwa As Sunnah yang berjumlah sebanyak delapan orang.


Selain itu, Ridwan juga ditemani oleh Abu Abdil Aziz (27) yang berasal dari Batusangkar dan juga guru di ponpes tersebut. Kemudian ada Irfan Oktazuri(26), Anif Sanika (24), Syukri (21), dan Hijrah (28). Keempat orangitu merupakan guru di Ponpes Darul Hadist Adwa As Sunnah. Termasuk juga dua santri Hadi (20) dan Farhan (17).


“Untuk sementara baru itu informasi yang kita dapatkan, selanjutnya kita lihat perkembangannnya,” jelas Kapolsek.


Di pihak lain, Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Agam, Ezardi Samsoe menyebutkan jika pihaknya sudah mendapatkan informasi terkait hal tersebut.


“Memang pada Desember kemarin ada delapan orang yang mengurus paspor. Semuanya memang mendapatkan paspor sesuai dengan prosedur yang dilalui. Namun terkait apa yang mereka lakukan di luar negeri itu di luar kemampuan kita. Mana tahu kita isi hati orang lain. Yang jelas kita mengeluarkan paspor sesuai dengan prosedur yang ada,”  tukasnya. (st/iil/JPG)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore