
Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto di Jakarta, Minggu (11/10) saat melepas Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) yang dikirim ke lokasi bencana kabut asap di Sumatera dan Kalimantan.
JawaPos.Com - Munculnya rancangan undang-undang (RUU) tentang revisi atas UU Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di DPR dinilai tak lepas dari peran PDI Perjuangan yang kini mendominasi kursi parlemen. Pasalnya, kader-kader partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu memang bersuara lantang tentang perlunya perubahan atas UU komisi anturasuah yang kini telah disepakati Badan Legislasi (Baleg) DPR.
Namun, Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menepis anggapan bahwa partainya menjadi pelopor revisi atas UU KPK. Dalihnya, usulan itu bukan hanya dari PDIP, namun partai lainnya, pemerintah dan bahkan pimpinan KPK sendiri.
Karenanya, dia membantah bahwa PDIP paling ngotot merevisi UU KPK. "Itu dikesankan. PDIP bukan paling getol," ujarnya di bekas kantor DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Minggu (11/10).
Soal RUU KPK yang sudah disepakati Baleg DPR RI, Hasto menegaskan bahwa asalnya bukan dari PDIP. Bahkan ia mengaku belum pernah melihat drafnya.
"Saya sendiri belum melihat drafnya. Harusnya diparaf semua pihak yang punya kepentingan melakukan perbaikan agar pemberantasan korupsi efektif. Ini jadi momentum duduk bersama," jelas dia.
Soal isi RUU yang memuat pembatasan usia hingga 12 tahun ke depan, Hasto juga menegaskan ide itu bukan dari PDIP. "Bukan dari kami angka 12 tahun itu," imbuhnya seraya mengakui pentingnya pembatasan untuk mengevaluasi kinerja dalam pemberantasan korupsi.
PDIP juga setuju dengan ide agar KPK menangani kasus korupsi di atas Rp 50 miliar. Sebab, kata Hasto, ada institusi penegak hukum lainnya yang memiliki andil terhadap pemberantasan korupsi yang nilai kerugian negaranya di bawah Rp 50 miliar.
"Seperti Kejaksaan dan Polri. Kalau didayagunakan bisa bagus. Sinergi Kejaksaan, Polisi, dan KPK," terang dia.
Lantas, apakah Hasto sudah membicarakan RUU KPK dengan Megawati? "Saya belum konsultasi dengan Ibu (Megawati, red) soal ini. Sejak awal ini harus hati-hati disampaikan. Kita harus berjuang mengawal bersama," pungkasnya.(dna/JPG)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Susunan Pemain Denmark vs Portugal: Ruben Dias Siap Bawa Pulang Kemenangan
Prediksi Skor Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Dardanet Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Irlandia vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Curi Poin
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik
Prediksi Skor Vietnam vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: Golden Star Warriors Lumat Habis Shaheens
Injury Time Timnas Indonesia vs Bangladesh Jadi 7 Menit, John Herdman Beri Penjelasan
Prediksi Skor Polandia vs Rumania di Liga Nations UEFA: Biało-czerwoni Berburu Kemenangan
Fakta Sebenarnya Soal Hubungan Ashanty dengan Azriel Hermansyah
Prediksi Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Duel Ketat, Tim Tamu Berpeluang Menang
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022