Kamis, 21 Sep 2017
JawaPos.com Icon
JPG Today

Wanita Anggota Satpol PP Mengaku Dijual Komandannya

| editor : 

Nurbaiti saat menceritakan dugaan penjualan dirinya di press room Pemkot Bandarlampung, Senin (22/9).

Nurbaiti saat menceritakan dugaan penjualan dirinya di press room Pemkot Bandarlampung, Senin (22/9). (TEGAR MUJAHID/RADAR LAMPUNG/JawaPos.com)

BANDARLAMPUNG – Badan Polisi Pamong Praja (Banpol PP) Bandarlampung diterpa isu miring. Seorang anggotanya bernama Nurbaiti, melaporkan perilaku komandan peletonnya, Ruswita ke polisi.

Wanita berkerudung itu mengaku telah dijual oleh Ruswita kepada pria hidung belang. Penikmat sesaat ini tidak lain adalah rekan Ruswita sendiri.

Kasus ini tengah diselidiki Polresta Bandarlampung setelah dilaporkan Jumat (4/9) lalu. Namun baru mencuat setelah Nurbaiti menggelar konferensi pers yang digelar di press room Pemkot Bandarlampung, Senin (21/9).

Dalam konferensi pers itu, ia bercerita tentang perlakuan yang diterimanya. Kata dia, peristiwa yang dialaminya terjadi pada Selasa (1/9) sekitar pukul 23.00 WIB.

Kala itu, ia dihubungi Ruswita melalui telepon untuk mengajaknya pergi keluar rumah tanpa memberi tahu tujuan. Karena merasa tidak enak lantaran Ruswita adalah atasannya, Nurbaiti menuruti ajakan tersebut.

’’Saat itu saya lagi di rumah saudara di Garuntang, kemudian dia (Ruswati, Red) jemput saya dengan teman-temannya. Saya tanya mau ke mana? Dia nggak jawab. Saat itu, teman-temannya ada satu wanita dan dua pria,” kata Nurbaiti seperti yang dilansir Radar Lampung (Jawa Pos Group), Selasa (22/9).

Malam itu, ternyata Nurbaiti diajak ke MGM Karaoke, Panjang. Dia pun tetap mengikuti kemauan pimpinannya.

Menurut dia, setelah hari semakin larut, Nurbaiti meminta diantar pulang. Namun bukannya diantar pulang, ia malah dicecoki minuman keras.

’’Saat saya minta pulang, mereka menolak. Kemudian datang pelayan bawa minuman. Tangan dan kaki saya dipegang. Saya dicekoki minuman keras. Saya lalu berontak,” akunya.

Kecewa karena tidak berhasil, Ruswita dan tiga rekannya menghentikan aksinya. Kemudian, mereka akhirnya memutuskan untuk pergi dari tempat itu.

Namun sesampainya di Jl. W.R. Supratman, Nurbaiti diturunkan di tengah jalan, kemudian ditinggalkan. Saat itu waktu menunjukkan hampir pukul 03.00 WIB.

’’Saya takut, saya ditinggal sendirian. Menelepon orang nggak ada yang angkat,” ungkapnya.

Tidak lama kemudian, salah seorang rekan pria Ruswita yang pergi bersamanya kembali ke tempat Nurbaiti diturunkan. Tetapi sebelumnya, Nurbaiti sempat ditawar pria itu. Dia kembali menangis dan memohon diantar pulang.

Mungkin karena kasihan, pria yang menurut Nurbaiti tidak mengetahui namanya itu akhirnya mengantarkannya pulang. Dalam perjalanan menggunakan mobil pria tersebut, Nurbaiti lantas meminta penjelasan tentang kejadian yang dialaminya.

’’Di situ saya baru tahu, mereka sudah membayar saya lewat Ruswita,” jelasnya.

Karena kejadian itu, Nurbaiti mengaku takut kembali bertugas. Sebab bukannya mendapat perlindungan, instansi tempatnya bekerja malah mengirimkan surat peringatan karena dianggap tidak aktif menjalankan tugas. ’’Akhirnya saya melapor polisi," katanya. (yay/whk/awa/jpg)

 

Sponsored Content

loading...
 TOP