
Ilustrasi rumah subsidi. (Istimewa).
JawaPos.com – Pemerintah terus mendorong pemenuhan kebutuhan hunian karena menjadi kebutuhan vital masyakarat. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengapresiasi PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) dalam penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi nasional. Apresiasi disampaikan dalam Akad Massal 62.710 KPR Sejahtera FLPP yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Kamis (30/7).
“Bisa saya laporkan Pak Presiden untuk rumah subsidi BTN adalah yang paling tinggi (penyaluran pembiayaannya). Terima kasih Pak Nixon,” jelas Maruar Sirait.
Presiden Prabowo Subianto dalam sambutannya menegaskan bahwa perumahan merupakan kebutuhan yang sangat vital bagi masyarakat. Presiden mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi agar semakin banyak masyarakat dapat memiliki rumah yang layak dan terjangkau.
Dalam kegiatan tersebut, BTN menjadi bank dengan jumlah peserta terbesar. Sebanyak 30.203 debitur BTN mengikuti akad secara langsung maupun daring dari berbagai wilayah Indonesia.
Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu mengatakan, pencapaian tersebut merupakan hasil sinergi seluruh ekosistem perumahan yang semakin kuat, termasuk dukungan Danantara Indonesia dalam memperkuat kolaborasi antara pemerintah, BP Tapera, perbankan, dan pengembang.
Baca Juga:Kuasai 74 Persen Kuota Nasional, BTN dan BSN Salurkan 67.518 Unit Rumah FLPP Hingga Juni 2026
“Apresiasi dari Menteri PKP menjadi penyemangat bagi BTN untuk terus menjalankan mandat sebagai pemimpin pembiayaan perumahan nasional,” ujar Nixon.
Hingga 29 Juli 2026, berdasarkan paparan Kementerian PKP, BTN telah menyalurkan 55.766 unit KPR FLPP, tertinggi di antara bank-bank Himbara. Sementara itu, PT Bank Syariah Nasional (BSN) mencatat penyaluran 28.282 unit. Secara konsolidasi, BTN dan BSN telah menyalurkan 84.048 unit rumah subsidi sepanjang 2026.
Menurut Nixon, kepemimpinan BTN dalam pembiayaan rumah rakyat tidak hanya diwujudkan melalui penyaluran KPR kepada masyarakat, tetapi juga melalui penguatan sisi pasokan. Hingga 29 Juli 2026, realisasi Kredit Program Perumahan (KPP) BTN telah mencapai sekitar Rp4,39 triliun untuk mendukung pengembang, kontraktor, toko bahan bangunan, dan pelaku usaha lain dalam rantai pasok perumahan.
Akad Massal KPR Sejahtera FLPP tahun ini merupakan yang terbesar sejak pertama kali diselenggarakan. BP Tapera mencatat kegiatan tersebut melibatkan 62.710 debitur di 372 kabupaten/kota pada 36 provinsi, sekaligus mencerminkan semakin kuatnya kolaborasi pemerintah dan industri perbankan dalam mempercepat penyediaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Brighton vs Crystal Palace di Liga Inggris: The Seagulls Kunci Kemenangan di Derby M23
Prediksi Skor Persebaya vs PSS Sleman: Green Force Diunggulkan, Elang Jawa Tak Bisa Diremehkan
Prediksi Skor Persib vs Persik di Super League: Pangeran Biru Susah Payah Jinakkan Macan Putih
Prediksi Skor Lyon vs Nice: Les Gones Buru Kemenangan demi Melesat ke 3 Besar Klasemen Ligue 1
Celios Benarkan Akuisisi Saham BYAN Salah Satu Sebab Pasar Saham RI Terancam Downgrade
Francisco Rivera dan Matheus Lagoa Absen, Persebaya Surabaya Tetap Pede Pecundangi PSS Sleman
Prediksi Skor Juventus vs Lazio: Biancocelesti Bakal Merepotkan Tuan Rumah di Allianz Stadium
Prediksi Skor Nottingham Forest vs Arsenal: Ujian Ketajaman Lini Serang Skuad Mikel Arteta
Prediksi Skor Persib Bandung vs Persik Kediri: Marcos Reina Tak Mau Anggap Remeh
Prediksi Skor Leeds United vs Manchester United: Lisandro Martinez Sulit Masuk Starter

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022