
Ilustrasi pembangunan rumah. (Istinewa)
JawaPos.com - Minat masyarakat terhadap hunian ramah lingkungan, terutama di kalangan generasi muda yang mulai mempertimbangkan aspek efisiensi energi dan kesehatan dalam memilih rumah. Tren ini sejalan dengan komitmen Indonesia menurunkan emisi karbon melalui penerapan bangunan hijau di berbagai sektor, termasuk perumahan.
Direktur PT Pulo Mas Jaya Ardra Teja Bhaswara, menyebutkan bahwa minat terhadap hunian hijau terus tumbuh di kawasan urban. Ia menilai generasi muda kini tidak hanya melihat rumah dari sisi estetika, tetapi juga manfaat jangka panjang. “Survei di kota-kota besar menunjukkan banyak calon pembeli, terutama generasi muda, bersedia membayar lebih untuk rumah yang lebih hemat energi, lebih sejuk, dan lebih sehat,” ujarnya.
Menurut Ardra, kebijakan pemerintah mengenai bangunan hijau juga berperan dalam meningkatkan minat tersebut. Penelitian terhadap 360 calon pembeli rumah menunjukkan bahwa persepsi positif terhadap kebijakan hunian hijau berbanding lurus dengan minat membeli. “Semakin positif penilaian mereka terhadap kebijakan hunian hijau, semakin tinggi pula minat dan keterlibatan mereka terhadap rumah hijau,” jelasnya.
Ardra yang juga Wakil Ketua DPD REI DKI Jakarta ini menambahkan, hunian hijau bukan sekadar label, melainkan rumah yang mampu menekan penggunaan listrik dan air, sekaligus meningkatkan kualitas udara dalam ruangan. Bagi keluarga, konsep ini berarti rumah yang lebih nyaman tanpa bergantung pada pendingin udara sepanjang hari serta tagihan energi yang lebih terkendali.
Selain faktor kebijakan, keputusan membeli rumah juga dipengaruhi lingkungan sosial. Ardra menilai rekomendasi keluarga dan komunitas masih memiliki peran penting dalam menentukan pilihan hunian di Indonesia.
Oleh karena itu, edukasi publik mengenai manfaat hunian hijau dinilai perlu terus diperkuat.
Dengan meningkatnya kesadaran lingkungan dan dukungan kebijakan, hunian hijau diperkirakan akan menjadi tren baru di sektor properti. Rumah yang hemat energi, sehat, dan berkelanjutan kini mulai dipandang sebagai investasi masa depan, bukan sekadar gaya hidup.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
