
Chief of Corporate Relation Brighton Indonesia Widjaja Santoso (kanan) di Surabaya kemarin (20/1).
JawaPos.com - Optimisme membaiknya sektor properti tidak hanya datang dari pengembang, tetapi juga broker. Permintaan pasar, baik properti primary (baru) maupun secondary (bekas), diprediksi meningkat tahun ini.
Chief of Corporate Relation Brighton Indonesia Widjaja Santoso menyatakan, tumbuhnya permintaan terhadap properti ditunjang kebutuhan hunian maupun investasi. Kalau untuk segera ditempati, mereka memilih properti yang siap huni. ''Biasanya lari ke properti secondary, baik landed maupun apartemen,'' ujarnya di Surabaya kemarin (20/1).
Rumah bekas masih dicari karena faktor lokasi. Sekarang sulit mendapatkan rumah di lokasi yang menjadi daerah favorit. Yakni, kawasan yang dekat dengan pusat kota. Penyebab lain, pengembangnya tidak lagi menawarkan rumah primary. Karena itu, muncul alternatif membeli rumah second. ''Kalaupun ada rumah baru, di daerah yang dekat dengan perbatasan Surabaya-Gresik,'' jelasnya.
Namun, ada juga pembeli yang memilih primary lantaran tawaran angsuran yang relatif ringan dari pengembang. Selain itu, ada pengembang yang sudah membangun ready stock sehingga pembeli tidak membutuhkan waktu lama bagi untuk menempatinya. ''Jadi, bergantung pada kebutuhan pembeli untuk membeli primary maupun secondary,'' ungkapnya.
Apalagi, pembeli didukung dengan kebijakan BI tentang besaran uang muka hingga bunga perbankan yang makin ringan.
Keluarga muda lebih memilih beli apartemen. Selain untuk hunian, bangunan bertingkat bermanfaat untuk investasi. Sebab, masa pembangunan apartemen relatif lebih lama bila dibandingkan dengan landed. Tetapi, biasanya tren investasi itu didominasi bangunan vertikal. ''Properti jadi alternatif investasi menarik karena harganya tidak mungkin turun,'' kata Widjaja.
Brighton mencatat, separo klien memilih rumah primary dan setengahnya lagi condong pada secondary. Namun, hampir 60 persen penjualan disumbang landed dan sisanya 40 persen high-rise. Nah, dengan tren peningkatan pada 2017, permintaan terhadap jasa konsultan properti diyakini juga tumbuh. (res/c14/sof)

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
