
Suasana rumah subsidi di kawasan Parung Panjang, Jakarta, Jumat (26/6/2020). Survei Bank Indonesia mencatat penjualan rumah di pasar primer selama 3 bulan pertama tahun ini anjlok 30,52 persen atau lebih dalam dari kuartal sebelumnya sebesar -16,33 persen
JawaPos.com - PT Bank Syariah Indonesia (BSI) mencatat telah menyalurkan pembiayaan Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan atau FLPP senilai Rp 81 triliun atau setara 63.631 unit rumah. Direktur Penjualan dan Distribusi BSI, Anton Sukarna menyampaikan bahwa nilai realisasi KPR FLPP tersebut merupakan kumulatif sejak tahun 2012 hingga Juni 2025.
"Alhamdulillah, BSI telah menyalurkan FLPP sejak tahun 2012. Hingga saat ini, total realisasi penyaluran sudah mencapai Rp 8,1 triliun atau setara dengan 62.631 unit rumah dengan kualitas pembiayaan yang masih terjaga baik," kata Anton Sukarna belum lama ini.
Lebih lanjut, Anton membeberkan bahwa program BSI KPR Sejahtera FLPP merupakan bentuk partisipasi Bank Syariah Indonesia dalam mendukung dan menjalankan program 3 Juta Rumah yang merupakan program prioritas pemerintah yang benar-benar pro rakyat kecil. Menurut Anton, KPR Sejahtera FLPP menjadi jalan agar rakyat punya rumah serta untuk mengatasi backlog perumahan dan menyediakan hunian yang layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
"Sehingga mereka semua, masyarakat berpenghasilan rendah dapat memiliki rumah dan mempunyai tanaman syariah sesuai dengan koridor, sesuai prinsip syariah," jelasnya.
Anton juga menyampaikan selama periode pemerintahan Presiden Prabowo, Bank Syariah Indonesia telah menyalurkan KPR subsidi dan KPR non-subsidi yang masuk dalam kategori untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sebanyak 5.707 unit dengan nilai penyaluran sebesar Rp 1,9 triliun.
"Hal ini adalah bentuk nyata peran serta BSI dalam program pembangunan 3 Juta Rumah dalam bingkai Asta Cita, dimana ini adalah upaya negara untuk memastikan setiap warganya memiliki hunian yang layak," ungkapnya.
Di sisi lain, menurut catatan JawaPos.com, pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah menyalurkan Rp 12,59 triliun Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk mendukung program rumah bersubsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) hingga 31 Mei 2025.
Jumlah tersebut tercatat tumbuh dari sebelumnya hanya Rp 10,96 triliun pada April 2025. Pembiayaan ini telah mendukung 101.707 unit rumah di 379 kabupaten/kota, naik dari 88.482 unit rumah di 362 kabupaten/kota pada bulan sebelumnya.
Khusus tahun 2025, pemerintah mengalokasikan anggaran FLPP sebesar Rp 18,77 triliun dengan target penyaluran sebanyak 220.000 unit rumah.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
