Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 2 Mei 2024 | 17.04 WIB

Selama 6 Tahun, SMF Biayai 594.172 Kredit Rumah Subsidi lewat KPR FLPP, Totalnya Rp 21,64 Triliun

Seorang Bapak dan anak bersepeda di kawasan rumah subsidi, Parung Panjang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (25/2/2024). - Image

Seorang Bapak dan anak bersepeda di kawasan rumah subsidi, Parung Panjang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (25/2/2024).

JawaPos.com - BUMN pembiayaan PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF telah menyalurkan pembiayaan Kredit Perumahan Rakyat (KPR) Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) kepada masyarakat mencapai Rp 21,64 triliun dalam waktu 6 tahun 2018 hingga Desember 2023.

BUMN di bawah Kementerian Keuangan (Kemenkeu) itu membiaya 594.174 unit rumah se-Indonesia. Angka itu lebih dari target yang ditetapkan sebanyak 220.000 unit, sebagaimana ditetapkan dalam Nota Keuangan 2023.

Direktur Keuangan & Operasional SMF Bonai Subiakto mengatakan, total pembiayaan KPR FLPP bersumber dari dana Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 9,33 triliun, termasuk dengan Rp 1,53 triliun PMN yang diperoleh pada Desember 2023.

Selain itu, sebesar Rp 12,31 triliun yang bersumber dari dana SMF dari penerbitan surat utang atau leveraging yang di dalamnya termasuk penggunaan dana pengembalian pokok sebesar Rp 966 miliar.

"Kami berbagi tugas dengan BP Tapera. Jika mereka menyalurkan porsi pembiayaan KPR FLPP sebesar 75 persen, kami menyalurkan porsi 25 persen. Dana ini disalurkan kepada masyarakat melalui perbankan dengan bunga yang telah ditentukan pemerintah maksimum sebesar 5 persen," kata Bonai Subiakto dalam media briefing media di Gunungkidul, Jogjakarta, Kamis (2/5).

"Jadi masyarakat membayar maksimum bunga 5 persen untuk kurun waktu 20 tahun maksimal," imbuhnya.

Untuk diketahui, KPR FLPP diberikan Pemerintah untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) untuk bisa memiliki hunian layak dan terjangkau. Penerima manfaat program FLPP didominasi oleh pekerja swasta. Selanjutnya diikuti ASN, Wiraswasta, TNI/Polri, dan sisanya sektor lain.

Mengutip laporan keuangan PT SMF pada tahun 2023, Perseroan mampu menyalurkan pembiayaan KPR melalui Program FLPP hingga mencapai Rp 6,6 triliun atau setara dengan 172 ribu debitur pada tahun 2023.

Atas pencapaian itu, total outstanding pinjaman yang diberikan oleh SMF pada 2023 mencapai Rp 36 triliun. Angka itu meningkat 32,4 persen dibanding pada tahun sebelumnya yang sejumlah Rp 27,16 triliun.

Dengan sejumlah pencapaian tersebut, SMF berhasil membukukan pendapatan pada 2023 sebesar Rp 2,09 triliun. Jumlah itu meningkat 17,70 persen dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp 1,77 triliun.

Selain itu, Perseroan juga berhasil membukukan laba bersih sejumlah Rp 465,62 miliar atau meningkat dibanding realisasi pada 2022 yang sebesar Rp 417,69 miliar.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore