
Seorang Bapak dan anak bersepeda di kawasan rumah subsidi, Parung Panjang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (25/2/2024).
JawaPos.com - BUMN pembiayaan PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF telah menyalurkan pembiayaan Kredit Perumahan Rakyat (KPR) Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) kepada masyarakat mencapai Rp 21,64 triliun dalam waktu 6 tahun 2018 hingga Desember 2023.
BUMN di bawah Kementerian Keuangan (Kemenkeu) itu membiaya 594.174 unit rumah se-Indonesia. Angka itu lebih dari target yang ditetapkan sebanyak 220.000 unit, sebagaimana ditetapkan dalam Nota Keuangan 2023.
Direktur Keuangan & Operasional SMF Bonai Subiakto mengatakan, total pembiayaan KPR FLPP bersumber dari dana Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 9,33 triliun, termasuk dengan Rp 1,53 triliun PMN yang diperoleh pada Desember 2023.
Selain itu, sebesar Rp 12,31 triliun yang bersumber dari dana SMF dari penerbitan surat utang atau leveraging yang di dalamnya termasuk penggunaan dana pengembalian pokok sebesar Rp 966 miliar.
"Kami berbagi tugas dengan BP Tapera. Jika mereka menyalurkan porsi pembiayaan KPR FLPP sebesar 75 persen, kami menyalurkan porsi 25 persen. Dana ini disalurkan kepada masyarakat melalui perbankan dengan bunga yang telah ditentukan pemerintah maksimum sebesar 5 persen," kata Bonai Subiakto dalam media briefing media di Gunungkidul, Jogjakarta, Kamis (2/5).
"Jadi masyarakat membayar maksimum bunga 5 persen untuk kurun waktu 20 tahun maksimal," imbuhnya.
Untuk diketahui, KPR FLPP diberikan Pemerintah untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) untuk bisa memiliki hunian layak dan terjangkau. Penerima manfaat program FLPP didominasi oleh pekerja swasta. Selanjutnya diikuti ASN, Wiraswasta, TNI/Polri, dan sisanya sektor lain.
Mengutip laporan keuangan PT SMF pada tahun 2023, Perseroan mampu menyalurkan pembiayaan KPR melalui Program FLPP hingga mencapai Rp 6,6 triliun atau setara dengan 172 ribu debitur pada tahun 2023.
Atas pencapaian itu, total outstanding pinjaman yang diberikan oleh SMF pada 2023 mencapai Rp 36 triliun. Angka itu meningkat 32,4 persen dibanding pada tahun sebelumnya yang sejumlah Rp 27,16 triliun.
Dengan sejumlah pencapaian tersebut, SMF berhasil membukukan pendapatan pada 2023 sebesar Rp 2,09 triliun. Jumlah itu meningkat 17,70 persen dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp 1,77 triliun.
Selain itu, Perseroan juga berhasil membukukan laba bersih sejumlah Rp 465,62 miliar atau meningkat dibanding realisasi pada 2022 yang sebesar Rp 417,69 miliar.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
