Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 30 November 2018 | 23.48 WIB

Giliran Elite PSI Sebut Soeharto sebagai Simbol Korupsi

Sekjen PSI Raja Juli Antoni saat diwawancara oleh JawaPos.com di kantor DPP PSI. - Image

Sekjen PSI Raja Juli Antoni saat diwawancara oleh JawaPos.com di kantor DPP PSI.


JawaPos.com - Bukan hanya Wakil Sekretaris Jenderal PDIP Ahmad Basarah yang menyebut Presiden Indonesia ke-2 Soeharto yang melekat dengan paradigma korupsi. Tapi juga Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Raja Juli Antoni.


Soeharto disebut Antoni sebagai simbol korupsi. Karena para mahasiswa turun ke jalan untuk melengserkan Soeharto dari jabatan kepala negara karena tiga hal, yakni korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN).


"Itu fakta politik coba tanya semua orang yang aksi 1998 kenapa turunkan Pak Harto, ada tiga alasnnya korupsi, kolusi, nepotisme (KKN)," ujar Raja Juli di DPP PDIP, Jalan Wahid Hasyim, Jakarta, Jumat (30/11).


Kalaupun nantinya Antoni dilaporkan kepolisian, dia menyatakan tidak takut. Karena dahulu saat dirinya menjadi mahasiswa ikut turun ke jalan meminta Soeharto lengser karena KKN itu. Bukan karena alasan lain.


"Mahasiswa 98 termasuk saya di UIN Ciputat dulu menurunkan Pak Harto karena tiga hal yang melekat di Pak Harto yakni KKN, dia menjadi simbol korupsi kolusi dan nepotisme. Secara politik bener dia turun," katanya.


"Itu fakta politik baca saja koran zaman itu aksi mahasiswa. Termasuk Pak Amien Rais," katanya.


‎Walaupun Soeharto tidak terbukti melakukan korupsi. Namun menurut Antoni tinggal dibuka lagi saja kasus tersebut. Buktikan lagi Soeharto melakukan penyimpangan hukum atau tidak.


‎"Secara legal formal silahkan saja diteruskan. Secara legal formal ya memang kita tuntut terus termasuk yayasan Supersemar kan terbukti itu dikembalikan," ungkapnya.


Menanggapi hal ini, saat dikonfirmasi JawaPos.com, Ketua DPP Partai Berkarya, Badaruddin Andi Picunang mengatakan merasa risih dengan tuduhan yang disampaikan oleh Sekretaris Jenderal PSI Raja Juli Antoni. Sehingga bakal juga ia laporkan ke pihak kepolisian.


"Biar bertambah daftar yang akan dilaporkan," tegasnya.


Badaruddin mempertanyakan Raja Juli Antoni kenapa menuduh Presiden Soeharto tersebut. Sepertinya ‎Antoni dan Ahmad Basarah tidak takut dengan dosa. Karena seenaknya saja menghina Soeharto.


"Mereka tidak takut dosa. Agamanya apa ya?. Jangan-jangan ideologinya sama dengan PKI. Kok mantan presiden kita dihina begitu," pungkas Badaruddin Andi Picunang.


Adapun pada Oktober 1999 lalu pemerintah Presiden Indonesia ke-3 BJ Habibie menyatakan tuduhan korupsi yang dilakukan Soeharto ti‎dak terbukti. Karena minimnya bukti.


Sehingga kala itu, Kejaksana Agung (Kejagung) juga mengeluarkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) terhadap kasus Soeharto. Sementara aset yang ditemukan diserahkan kepada pemerintah.


Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore