Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 3 Agustus 2026 | 02.05 WIB

Sistem Ramah Anak Perlu Diperkuat, PKB Minta Pesantren Tidak Dihakimi Akibat Kejahatan Oknum

Sekretaris Jenderal DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Hasanuddin Wahid. (Istimewa) - Image

Sekretaris Jenderal DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Hasanuddin Wahid. (Istimewa)

JawaPos.com - Sekretaris Jenderal DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Hasanuddin Wahid menekankan pentingnya pesantren harus ramah anak. Adanya berbagai kejahatan di lingkungan pesantren tidak menggambarkan keseluruhan kondisi pesantren sesungguhnya.

Cak Udin menyampaikan, eksisten pesantren perlu dijaga dengan penguatan perlindungan santri. Dengan begitu, tujuan adanya pesantren untuk mencetak sumber daya unggul bisa tercapai.

Dalam Halaqah Pesantren Ramah Anak bersama ratusan pengasuh pondok pesantren di Kota Malang, Jawa Timur, Cak Udin mengatakan, pesantren harus mengambil langkah adaptif terhadap perkembangan zaman. Namun, tetap menjaga nilai keislaman tidak hilang.

Pesantren harus memastikan tidak ada tindakan perundungan maupun kekerasan seksual terjadi di lingkungannya. Pesantren membutuhkan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ramah anak.

"Program Halaqah Pesantren Ramah Anak ini merupakan kerja sama kami dengan pesantren di seluruh Indonesia. Sebelumnya telah dilaksanakan di Yogyakarta, Makassar, Jawa Barat, dan Palembang. Kini Malang menjadi tuan rumah," ujar Cak Udin, Minggu (2/8).

Menurutnya, Pesantren Ramah Anak harus menjadi standar baru dalam pengelolaan pondok pesantren di Indonesia. Dengan demikian, masyarakat semakin yakin bahwa pesantren tidak hanya unggul dalam pendidikan agama, tetapi juga memiliki sistem perlindungan anak yang kuat, profesional, dan berkelanjutan.

Melalui forum ini, PKB mendorong pesantren agar meningkatkan kualitas pendidikan. Pesantren dipercaya mampu menjawab tantangan zaman dengan menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.

Adanya kasus di pesantren tidak seharusnya menjadi pemghakiman terhadap kondisi sesungguhnya diseluruh pesantren. Pasalnya, kejahatan seperti ini hanya dilakukan oleh segelintir oknum saja.

"Satu-dua kasus itu dilakukan oleh oknum, tetapi sayangnya kemudian digeneralisasi. Padahal pesantren secara kelembagaan tidak pernah mengajarkan hal tersebut. Pesantren justru menjadi tempat berseminya nilai-nilai keislaman yang menekankan akhlakul karimah, adab, dan kesopanan," tegasnya.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore