
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, saat menghadiri Ijtima Ulama di Fairmont Jakarta, Kamis (23/7). (Muhamad Ridwan/JawaPos.com).
JawaPos.com - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, mengungkapkan bahwa Ijtima Ulama PKB menghasilkan sejumlah rekomendasi penting menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, Jawa Timur. Salah satu poin utama yang disoroti adalah perlunya pembenahan di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Cak Imin menjelaskan, para ulama dan kiai yang mengikuti Ijtima Ulama menilai PBNU harus tetap menjadi kekuatan utama dalam kehidupan masyarakat sipil. Menurutnya, organisasi tersebut diharapkan mampu memberikan kritik yang konstruktif kepada pemerintah sekaligus mendampingi masyarakat dalam berbagai bidang.
"Iya, jadi salah satu rekomendasi dari ijtimak ulama ini adalah soal tanggung jawab para ulama para kyai untuk membenahi PBNU. Mereka tetap menginginkan PBNU sebagai lokomotif civil society dalam apa namanya memberikan atau memberikan kritik yang konstruktif kepada pemerintah, mendampingi umat untuk melakukan pemberdayaan ekonomi serta meningkatkan kualitas pendidikan," kata Cak Imin di Fairmont Jakarta, Kamis (23/7).
Cak Imin menekankan, Ijtima Ulama juga menitipkan harapan agar Muktamar ke-35 NU berlangsung secara bersih dan bebas dari praktik-praktik yang mencederai nilai organisasi. Menurutnya, forum tertinggi NU itu harus menjadi momentum pembaruan dengan mengedepankan keterbukaan, profesionalisme, dan partisipasi yang luas.
"Ijtimak ulama meminta agar muktamar di Jombang besok itu muktamar yang betul-betul jauh dari praktik-praktik transaksional. Muktamar harus melibatkan begitu banyak pihak, memberikan peluang bagi anak-anak muda, profesionalisme dan sebagainya serta merumuskan kembali bagaimana ke depan peran Nahdlatul Ulama menjadi kembali lokomotif civil society," ujarnya.
Selain membahas tata kelola organisasi, Ijtima Ulama juga menaruh perhatian pada berbagai persoalan strategis yang dihadapi bangsa. Salah satu isu yang mendapat sorotan adalah pentingnya kepedulian terhadap lingkungan hidup sebagai bagian dari tanggung jawab moral dan keagamaan.
"Bagaimana kita memperbaiki hubungan dengan lingkungan, bagaimana kita juga menghentikan pola-pola illegal logging dan lain sebagainya, sehingga muktamar NU ke depan betul-betul harus dipimpin oleh pemimpin yang amanah, profesional, alim, alamah dan juga visioner ke depan," tuturnya.
Lebih lanjut, Cak Imin menegaskan bahwa masa depan NU memiliki kaitan erat dengan masa depan Indonesia. Karena itu, ia berharap kepemimpinan PBNU ke depan diisi oleh sosok yang memiliki integritas, kapasitas, dan visi kebangsaan sehingga mampu membawa NU kembali menjadi penggerak utama masyarakat sipil, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Indonesia.
"Bicara soal NU adalah bicara soal Indonesia. Kalau Indonesia ingin baik maka PBNU harus dipimpin oleh orang-orang yang betul-betul paham ke mana Indonesia akan dibawa," pungkasnya.

Sah! Nathalie Holscher Resmi Dinikahi Aripat, Maskawinnya Berupa Uang Rp 2.272.026
Mentan Amran Terbang ke Jatim Pukul 06.00 WIB, Borong Inovasi ITS: Benih Jagung, Traktor Amfibi, hingga Alat Panjat Kelapa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Roberto Carlos Ungkap Tiga Pemain Terbaik Sepanjang Masa, Lionel Messi dan Pele Tak Masuk!
Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Nathalie Holscher-Aripat Menikah, Sule Titip Pesan untuk Adzam, Balasan Nathalie Jadi Sorotan
Mengulas Dugaan Kejanggalan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Analis Ungkap Strategi Iran Pilih Sasar Negara Teluk Tanpa Serang Kapal Induk AS
